Perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat mulai melirik model kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan di China sebagai alternatif yang lebih efisien dari segi biaya. Langkah ini mengindikasikan pergeseran strategis dalam lanskap AI global, di mana dominasi perusahaan AS seperti OpenAI dan Anthropic mulai menghadapi tantangan baru.
Perubahan tren ini terungkap melalui laporan yang menunjukkan bahwa beberapa perusahaan AS tidak lagi secara eksklusif mengandalkan model AI dari OpenAI dan Anthropic. Alih-alih, mereka beralih ke model-model yang dikembangkan oleh entitas China, yang menawarkan harga lebih kompetitif. Keputusan ini didorong oleh kebutuhan mendesak untuk mengoptimalkan pengeluaran operasional di tengah meningkatnya permintaan akan teknologi AI.
Salah satu contoh nyata dari pergeseran ini adalah keputusan startup AI yang berbasis di San Francisco, Perplexity AI. Perusahaan ini dikabarkan telah menjalin kerja sama dengan Baidu, raksasa teknologi asal China, untuk mengintegrasikan model AI mereka ke dalam produk Perplexity. “Kami terus mengevaluasi model-model terbaik dan paling hemat biaya untuk pelanggan kami,” ujar Aravind Srinivas, CEO Perplexity AI, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 14 Mei 2024.
Srinivas menjelaskan lebih lanjut bahwa pemilihan model AI tidak hanya didasarkan pada performa, tetapi juga pada pertimbangan harga. “Jika kami menemukan model yang lebih baik dan lebih murah, kami akan menggunakannya,” tegasnya. Pernyataannya ini menggarisbawahi pentingnya efisiensi biaya dalam adopsi teknologi AI yang semakin meluas.
Laporan dari The Information pada 15 Mei 2024 menyoroti bahwa banyak perusahaan AS yang sebelumnya bergantung pada model AI OpenAI dan Anthropic kini mencari opsi yang lebih terjangkau. Model AI dari China, seperti yang ditawarkan oleh Baidu, sering kali memiliki biaya penggunaan yang lebih rendah dibandingkan dengan model-model yang diproduksi oleh pesaing AS. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi perusahaan yang ingin mengurangi pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas teknologi.
Pergeseran ini juga mencerminkan semakin matangnya ekosistem AI di China. Perusahaan-perusahaan China telah berinvestasi besar-besaran dalam penelitian dan pengembangan AI, menghasilkan model-model yang tidak hanya kompetitif dalam hal harga, tetapi juga memiliki kemampuan yang setara atau bahkan melampaui model-model Barat dalam beberapa aspek. Keberhasilan ini membuka peluang baru bagi kolaborasi lintas batas dan menunjukkan potensi persaingan yang lebih sehat di pasar AI global.
