Sunday, 30 August 2026
BREAKING
POLITIK

AHWA Jadi Mekanisme Pemilihan Ketua Umum PBNU 2026-2031

Oleh Danu Ilham August 30, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan pemilihan Ketua Umum PBNU untuk periode 2026-2031 akan menggunakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Keputusan ini menegaskan komitmen PBNU dalam menjaga tradisi dan kaidah organisasi dalam memilih pemimpin tertinggi.

Mekanisme AHWA, yang berarti ‘orang-orang yang memiliki kemampuan mengurai dan mengikat’, merupakan metode pemilihan yang telah lama dianut oleh Nahdlatul Ulama. Dalam sistem ini, sejumlah tokoh terkemuka dan memiliki kapasitas intelektual serta spiritual yang mumpuni akan dipilih untuk kemudian bermusyawarah dalam menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

Pemilihan Ketua Umum PBNU periode sebelumnya juga telah menggunakan metode AHWA. Hal ini menunjukkan konsistensi PBNU dalam mempertahankan cara pandang dan metode musyawarah yang mencerminkan nilai-nilai keislaman dan tradisi organisasi. Dengan demikian, proses pemilihan pemimpin PBNU diharapkan berjalan demokratis, transparan, dan menghasilkan figur yang benar-benar layak memimpin organisasi sebesar Nahdlatul Ulama.

Meskipun detail mengenai jumlah anggota AHWA dan kriteria spesifik calon anggota AHWA belum diumumkan secara rinci, penegasan penggunaan metode ini menjadi langkah awal yang penting. Diharapkan, proses selanjutnya akan melibatkan dialog dan pertimbangan matang dari para pengurus dan tokoh NU untuk memastikan pemilihan berjalan lancar dan sesuai dengan harapan seluruh warga Nahdlatul Ulama.

Bagikan: Facebook X WhatsApp