Situasi keamanan di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini dilaporkan telah berangsur kondusif pasca-insiden bentrokan yang terjadi. Aktivitas masyarakat setempat dilaporkan telah kembali normal seperti sedia kala.
Meskipun demikian, aparat kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan tetap menyiagakan personel di lapangan. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar konflik serupa tidak kembali terulang di wilayah tersebut.
Menurut keterangan dari Kepolisian Resor (Polres) Flores Timur, situasi di Adonara Timur telah berangsur pulih sejak beberapa waktu lalu. “Saat ini situasi di Adonara Timur sudah kondusif. Aktivitas masyarakat sudah normal kembali,” ujar Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Flores Timur, AKBP Deny Abraham, pada Selasa (23/4/2024).
Kapolres Deny Abraham menambahkan bahwa pihaknya bersama unsur TNI terus melakukan pemantauan dan penjagaan di lokasi. “Kami bersama TNI tetap melakukan pengamanan dan pemantauan di lokasi agar tidak ada lagi gesekan-gesekan yang terjadi,” jelasnya.
Tindakan persuasif dan pendekatan kepada masyarakat juga terus digalakkan. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali rasa aman dan kekeluargaan di antara warga Adonara Timur. “Kami juga terus melakukan pendekatan kepada masyarakat agar situasi ini tetap terjaga,” imbuhnya.
Sebelumnya, bentrokan antarwarga di Adonara Timur terjadi pada Jumat (19/4/2024). Insiden tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman yang berujung pada keributan. Pihak kepolisian telah melakukan mediasi dan dialog dengan para tokoh masyarakat serta pihak-pihak yang terlibat untuk menyelesaikan akar permasalahan.
Kapolres Deny Abraham mengimbau seluruh warga untuk menahan diri dan tidak terpancing isu-isu yang dapat memicu kembali ketegangan. “Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas,” pungkasnya.
