Sunday, 6 September 2026
BREAKING
BERITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Paksa Kampus Terapkan Kuliah Hibrid

Oleh Emanuel September 6, 2026 45 minutes lalu 0 komentar

Perguruan tinggi diimbau untuk menerapkan sistem pembelajaran hibrid, yang memadukan kuliah tatap muka dan daring. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebarkan abu vulkanik, demi menjaga kesehatan seluruh sivitas akademika.

Keputusan ini didorong oleh potensi risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh paparan abu vulkanik. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan persnya pada Senin (24/12/2018) lalu, menekankan pentingnya perlindungan bagi mahasiswa dan staf pengajar.

β€œBanyak perguruan tinggi yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Untuk itu, kami mengimbau kepada perguruan tinggi yang berada di wilayah terdampak untuk dapat menerapkan sistem pembelajaran hibrid,” ujar Sutopo Purwo Nugroho. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kesehatan yang bisa muncul akibat menghirup abu vulkanik.

Sistem pembelajaran hibrid memungkinkan mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan dari rumah atau lokasi aman lainnya jika kondisi udara dinilai tidak kondusif. Sementara itu, materi yang sama atau kegiatan belajar-mengajar lainnya dapat tetap dilaksanakan secara tatap muka ketika kondisi memungkinkan dan aman.

Imbauan dari BNPB ini diharapkan dapat direspons dengan baik oleh institusi pendidikan tinggi. Dengan demikian, proses belajar-mengajar dapat terus berjalan tanpa mengorbankan kesehatan dan keselamatan para sivitas akademika di tengah situasi kebencanaan. Pemantauan kondisi lingkungan secara berkala menjadi kunci dalam menentukan kapan pembelajaran tatap muka dapat kembali dioptimalkan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp