Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
DUNIA

Modi Desak Putin Akhiri Perang Ukraina: Ajakan Damai yang Menggema

Oleh Rini Widiyarti September 1, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Perdana Menteri India Narendra Modi secara terbuka mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk segera mengakhiri perang di Ukraina. Ajakan damai ini disampaikan dalam pertemuan bilateral di sela-sela KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan, pada Jumat (16/9/2022). Modi menegaskan bahwa saat ini adalah masa untuk berdialog dan diplomasi, menandakan pergeseran sikap India yang sebelumnya cenderung netral dalam konflik tersebut.

Dalam pernyataan yang disiarkan secara luas, Modi secara gamblang menyatakan kepada Putin, “Saya tahu bahwa era sekarang ini bukanlah era perang.” Ia menambahkan, “Saya telah berbicara dengan Anda di telepon beberapa kali mengenai hal ini, dan saya sangat memahami kekhawatiran Anda.” Pernyataan ini menjadi sorotan internasional karena disampaikan langsung oleh pemimpin negara yang selama ini memiliki hubungan historis yang erat dengan Rusia.

Desakan Modi bukan tanpa alasan. India, sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia, sangat terdampak oleh gejolak ekonomi global yang dipicu oleh perang. Kenaikan harga energi dan pangan telah membebani perekonomian India, yang masih dalam tahap pemulihan pasca-pandemi COVID-19. Selain itu, India juga bergantung pada Rusia untuk sebagian besar kebutuhan pertahanannya, sehingga menjaga stabilitas hubungan dengan Moskow tetap krusial.

Di sisi lain, sikap India juga mencerminkan ambisinya untuk memainkan peran yang lebih besar di panggung global. Dengan menyuarakan seruan perdamaian, India berusaha memposisikan dirinya sebagai kekuatan penengah yang kredibel, mampu menjembatani perbedaan antara pihak-pihak yang bertikai. Hal ini sejalan dengan prinsip ‘strategic autonomy’ yang dianut India, yaitu kemampuan untuk membuat keputusan kebijakan luar negeri secara independen tanpa terikat pada blok kekuatan manapun.

Namun, pertanyaan besar yang mengemuka adalah apakah Putin akan mendengarkan seruan Modi. Selama ini, Rusia menunjukkan keteguhan dalam pendiriannya mengenai operasi militer di Ukraina. Kebijakan luar negeri Rusia yang dipimpin oleh Putin cenderung mengutamakan kedaulatan dan keamanan nasional, serta menolak tekanan dari Barat. Meskipun begitu, tekanan internasional yang semakin meningkat, ditambah dengan dampak ekonomi yang semakin terasa, mungkin saja mendorong Moskow untuk mempertimbangkan kembali strateginya.

Para analis berpendapat bahwa pernyataan Modi, meskipun tidak akan secara langsung menghentikan perang, setidaknya memberikan sinyal politik yang penting. Ini menunjukkan adanya perpecahan dalam konsensus global mengenai konflik Ukraina, dan India memilih untuk berdiri di sisi perdamaian. Pengaruh India di forum-forum internasional, termasuk di dalam G20, dapat menjadi alat diplomasi yang efektif jika digunakan secara strategis untuk mendorong solusi damai.

Hubungan India-Rusia telah terjalin selama puluhan tahun, dibangun di atas dasar kerjasama pertahanan, ekonomi, dan politik. Rusia merupakan pemasok utama peralatan militer bagi India, dan kedua negara memiliki kesepakatan strategis yang mendalam. Namun, invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 telah menempatkan India dalam posisi yang sulit, menyeimbangkan kepentingannya dengan Rusia dan hubungan yang semakin menguat dengan negara-negara Barat.

Oleh karena itu, ajakan damai dari Modi kepada Putin bukan hanya sekadar pernyataan retoris, melainkan sebuah langkah strategis yang mencerminkan kompleksitas geopolitik saat ini. Keberhasilan desakan ini akan sangat bergantung pada respons Putin dan dinamika konflik yang terus berkembang di Ukraina.

Bagikan: Facebook X WhatsApp