Sebuah banjir bandang dahsyat melanda titik persimpangan perdagangan Nepal-Tiongkok yang vital, menyebabkan lebih dari 100 warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan hilang. Peristiwa tragis ini terjadi di wilayah terpencil di perbatasan kedua negara, meninggalkan jejak kehancuran di pegunungan Himalaya.
Banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (14/10/2023) dini hari itu dipicu oleh longsoran salju dan es yang menutup Sungai Sunkoshi. Material longsoran ini kemudian membentuk bendungan alami, menyebabkan penumpukan air yang luar biasa.
Ketika bendungan alami tersebut jebol, gelombang air besar menerjang kawasan di bawahnya dengan kekuatan luar biasa. Arus deras tersebut menghanyutkan permukiman warga, fasilitas perdagangan, dan infrastruktur lain yang berada di dekat sungai.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan, hingga Minggu (15/10/2023) siang, data sementara menunjukkan bahwa 100 WNI dilaporkan hilang dalam peristiwa tersebut. Kebanyakan dari mereka adalah pekerja yang berada di sekitar lokasi kejadian, termasuk di sebuah pabrik pengolahan kayu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa tim SAR gabungan telah dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi. “Kami berkoordinasi dengan otoritas Nepal untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban,” ujar Abdul Muhari.
Selain WNI, banjir bandang ini juga diperkirakan berdampak pada warga lokal Nepal dan Tiongkok. Namun, fokus utama saat ini adalah upaya penyelamatan dan identifikasi korban dari kalangan WNI yang terdampak.
Lokasi kejadian yang berada di daerah pegunungan terpencil menambah tantangan dalam upaya penyelamatan. Akses menuju lokasi sulit dijangkau, dan kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi kendala bagi tim SAR.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus memantau situasi dan berupaya memberikan bantuan kepada para WNI yang terdampak. Pendataan WNI yang berada di wilayah tersebut terus dilakukan untuk memastikan tidak ada yang terlewat dalam upaya pencarian.
Pihak berwenang Nepal dan Tiongkok juga telah mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu proses pencarian dan penanggulangan bencana. Kerjasama antarnegara menjadi kunci dalam penanganan musibah skala besar ini.
