Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
BERITA

Stasiun Karet Ditutup Permanen 1 September 2026, Nasib Penumpang dan Pedagang Terancam

Oleh Emanuel September 1, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Stasiun Karet, yang selama ini menjadi titik persinggahan penting bagi pengguna KRL Commuter Line, akan resmi ditutup permanen mulai 1 September 2026. Keputusan ini menyebabkan penumpang dialihkan untuk menggunakan Stasiun BNI City sebagai alternatif.

Penutupan Stasiun Karet, yang telah beroperasi selama bertahun-tahun, menimbulkan beragam reaksi dan kekhawatiran dari berbagai pihak, terutama para penumpang setia dan para pedagang yang menggantungkan hidupnya di sekitar area stasiun.

Bagi para penumpang, perubahan ini dipandang sebagai sebuah tantangan baru. “Ya, mau tidak mau harus menyesuaikan. Jaraknya jadi lebih jauh dari rumah saya,” ujar Ani, seorang penumpang KRL yang biasa turun di Stasiun Karet. Ia menambahkan, “Semoga saja Stasiun BNI City bisa menampung volume penumpang yang dialihkan agar tidak terlalu padat.”. Kekhawatiran serupa diungkapkan oleh Budi, penumpang lain yang menyatakan, “Ini pasti akan menambah waktu tempuh saya setiap harinya. Saya berharap ada solusi transportasi lanjutan dari BNI City ke area perkantoran yang lebih memadai.”.

Sementara itu, para pedagang yang berdagang di sekitar Stasiun Karet menghadapi ketidakpastian yang lebih besar. Warung makan, toko kelontong, dan pedagang asongan yang telah lama beroperasi di lokasi tersebut kini harus mencari cara baru untuk bertahan. “Kami sudah berjualan di sini belasan tahun. Pelanggan kami kebanyakan penumpang yang turun di sini. Kalau stasiunnya tutup, otomatis pelanggan kami hilang,” tutur Pak Slamet, seorang pemilik warung makan. Ia menambahkan dengan nada prihatin, “Ini seperti kehilangan mata pencaharian. Kami berharap ada perhatian dari pihak terkait, mungkin relokasi atau bantuan modal agar kami bisa memulai lagi di tempat lain.”.

Seorang pedagang minuman ringan, Ibu Santi, menyampaikan kekecewaannya. “Jujur saja, kami kaget dan sedih. Stasiun Karet ini sudah seperti rumah kedua. Kami tidak tahu akan berjualan di mana setelah ini. Apakah kami akan diperhatikan?” tanyanya retoris. Ia berharap ada komunikasi yang jelas dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengenai nasib para pedagang kecil seperti dirinya.

Penutupan Stasiun Karet ini merupakan bagian dari rencana pengembangan infrastruktur perkeretaapian yang lebih luas. Namun, dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama para pengguna setia dan pelaku usaha mikro, menjadi sorotan utama yang membutuhkan perhatian dan solusi konkret.

Bagikan: Facebook X WhatsApp