Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
BERITA

Fahri Hamzah: Rumah Lebih dari Sekadar Bangunan, Ada Nilai Kemanusiaan di Dalamnya

Oleh Emanuel September 1, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Fahri Hamzah, baru-baru ini memberikan pandangannya mengenai arti sebuah rumah yang ternyata menyimpan makna lebih dalam dari sekadar bangunan fisik. Dalam sebuah kesempatan, Fahri mengungkapkan perspektif tak terduga yang ia miliki terkait konsep rumah, menekankan pada aspek kemanusiaan dan sosial yang melekat padanya.

Menurut Fahri, rumah tidak bisa disederhanakan hanya sebagai tempat tinggal atau struktur bangunan yang kokoh. Ia berargumen bahwa esensi rumah sesungguhnya terletak pada nilai-nilai kemanusiaan yang hidup di dalamnya. “Rumah itu bukan sekadar tembok, atap, dan lantai. Rumah adalah tempat di mana kita menemukan kehangatan, kasih sayang, dan rasa aman,” ujar Fahri dalam sebuah forum yang membahas perumahan.

Lebih lanjut, Fahri Hamzah menjelaskan bahwa konsep rumah seharusnya mencakup lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan primer akan tempat berlindung. Ia menekankan pentingnya sebuah rumah sebagai wadah untuk membangun interaksi sosial, berbagi cerita, dan membentuk karakter individu. “Di dalam rumah, terjadi proses tumbuh kembang anak, dialog antaranggota keluarga, dan pembentukan kepribadian yang kuat. Ini adalah inti dari arti sebuah rumah,” tambahnya.

Pandangan ini membawa dimensi baru dalam diskusi mengenai perumahan. Fahri Hamzah seolah mengajak masyarakat untuk melihat kembali prioritas dalam pembangunan dan pemenuhan kebutuhan rumah. Bukan hanya kuantitas atau kualitas fisik bangunan yang harus dikejar, namun juga bagaimana menciptakan lingkungan rumah yang kondusif bagi tumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan dan keharmonisan keluarga.

Dalam konteks kebijakan pembangunan perumahan, pandangan Fahri ini bisa menjadi acuan penting. Pembangunan rumah tidak lagi hanya dilihat dari aspek teknis dan ekonomi, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak sosial dan psikologis bagi penghuninya. Menciptakan rumah yang layak huni berarti menciptakan ruang yang mendukung kesejahteraan lahir dan batin seluruh anggota keluarga.

Fahri Hamzah menutup pandangannya dengan menegaskan bahwa upaya penyediaan rumah layak huni haruslah berorientasi pada peningkatan kualitas hidup manusia. “Ketika kita berbicara tentang rumah, kita sebenarnya sedang berbicara tentang masa depan bangsa. Kualitas rumah mencerminkan kualitas sumber daya manusia yang kita miliki,” pungkasnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp