NTT – Nasib memilukan dialami oleh keluarga Seriani Wati Mengo di Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca gempa yang mengguncang wilayah tersebut. Rumah mereka luluh lantak akibat gempa, memaksa mereka kini harus berlindung di bekas kandang babi yang tersisa. Kondisi ini sontak menimbulkan keprihatinan mendalam, dengan harapan besar tertuju pada bantuan dari pemerintah.
Gempa yang terjadi pada tanggal yang tidak disebutkan secara spesifik dalam sumber asli, meninggalkan luka mendalam bagi banyak warga NTT, termasuk keluarga Seriani. Kehancuran rumah mereka bukan sekadar hilangnya bangunan fisik, melainkan juga hilangnya tempat berlindung yang aman dan nyaman. Keadaan darurat memaksa mereka mencari alternatif tempat tinggal yang sangat jauh dari kata layak.
Dalam keterangannya, Seriani Wati Mengo mengungkapkan kesedihan dan keputusasaan yang dirasakannya. Ia menceritakan bagaimana keluarganya kini terpaksa menempati sebuah kandang babi yang sudah tidak terpakai. “Kami sekarang tinggal di sini, di bekas kandang babi,” ujarnya dengan nada lirih, menggambarkan kondisi yang memprihatinkan.
Kondisi yang dialami keluarga Seriani menjadi potret nyata dampak buruk gempa yang masih membekas di NTT. Kehidupan yang sebelumnya normal kini berubah drastis, berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama tempat tinggal yang aman. Keterbatasan fasilitas dan kebersihan di bekas kandang babi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.
Menghadapi situasi sulit ini, keluarga Seriani hanya bisa berharap dan menanti uluran tangan. Bantuan dari pemerintah menjadi harapan utama mereka untuk dapat kembali membangun kehidupan yang lebih baik. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, tetapi juga dukungan untuk pembangunan kembali rumah mereka agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.
