PT Pegadaian (Persero) bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) resmi meluncurkan Program Merdeka Stunting 2026. Inisiatif kolaboratif ini bertujuan untuk menekan angka stunting di Indonesia dengan menjangkau 36 kota di seluruh negeri. Peluncuran program ini menandai langkah strategis kedua organisasi dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Program Merdeka Stunting 2026 dirancang untuk memberikan intervensi yang komprehensif terhadap pencegahan dan penanganan stunting. Melalui kemitraan ini, Pegadaian dan POGI berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, menyediakan akses layanan kesehatan yang lebih baik, serta mendukung program-program yang berfokus pada gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita.
Dr. Budi Iman Santoso, Sp.OG(K), Ketua Umum POGI, menyatakan apresiasinya terhadap peran serta PT Pegadaian. “Kami sangat menyambut baik dukungan dari PT Pegadaian dalam program ini. Stunting merupakan masalah kompleks yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik dari sektor pemerintah, swasta, maupun masyarakat sipil. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam upaya mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas,” ujar Dr. Budi Iman Santoso.
Senada dengan itu, Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program kesehatan masyarakat. “Sebagai Badan Usaha Milik Negara, PT Pegadaian memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Program Merdeka Stunting 2026 ini sejalan dengan visi kami untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera dan sehat, khususnya melalui intervensi dini terhadap stunting yang akan berdampak jangka panjang bagi masa depan bangsa,” jelas Damar Latri Setiawan.
Program ini akan dilaksanakan secara bertahap di 36 kota terpilih, mencakup berbagai kegiatan mulai dari edukasi kesehatan, pemeriksaan kehamilan, pemberian suplemen gizi, hingga pendampingan bagi ibu dan anak. Diharapkan, sinergi antara Pegadaian dan POGI ini dapat menjadi katalisator penting dalam mencapai target penurunan angka stunting di Indonesia sesuai dengan yang telah dicanangkan pemerintah.
