KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa jabatan 2026-2031. Dalam pemilihan yang berlangsung di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Senin (20/5/2024), Gus Kikin meraih dukungan signifikan dari para pemilihnya.
Perolehan suara Gus Kikin mencapai angka 472, mengukuhkan posisinya sebagai nahkoda baru organisasi Islam terbesar di Indonesia. Kemenangan ini sekaligus menandai babak baru kepemimpinan di PBNU, dengan harapan dan ekspektasi yang tinggi dari seluruh warga NU.
Usai dinyatakan resmi terpilih, Gus Kikin langsung menyampaikan komitmennya untuk memperkuat fondasi organisasi. Salah satu poin utama yang disampaikannya adalah penguatan terhadap Qanun Asasi Nahdlatul Ulama. Penguatan ini diharapkan dapat menjadi pedoman yang lebih kokoh dalam menjalankan roda organisasi dan menjaga nilai-nilai luhur NU.
Pemilihan Ketua Umum PBNU ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Musyawarah Besar (Mubes) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Tebuireng. Mubes ini dihadiri oleh para ulama, kyai, dan perwakilan dari berbagai tingkatan kepengurusan NU di seluruh Indonesia. Momentum ini menjadi penentu arah kebijakan dan kepemimpinan PBNU untuk lima tahun ke depan.
Gus Kikin, yang dikenal luas di kalangan NU, diharapkan mampu membawa organisasi ini menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Fokus pada penguatan Qanun Asasi NU menjadi salah satu indikator awal bagaimana kepemimpinan Gus Kikin akan berjalan, dengan mengutamakan prinsip-prinsip dasar yang telah tertanam sejak lama.
