Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya untuk segera mengusut tuntas kasus kematian Bambang Setiawan. Peristiwa nahas ini terjadi di tengah kericuhan yang melanda kawasan Pejompongan, Jakarta. Kompolnas menekankan urgensi pengusutan ini demi menjaga dan memelihara kedamaian dalam proses demokrasi.
Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto, menyatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Kapolda Metro Jaya dan meminta agar kasus ini diprioritaskan. “Kami sudah berkomunikasi dengan Kapolda Metro Jaya, kami minta ini betul-betul diprioritaskan,” ujar Benny Mamoto pada Kamis, 16 November 2023.
Menurut Benny, pengusutan yang tuntas dan transparan merupakan langkah krusial untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. “Agar tidak terulang lagi kejadian-kejadian seperti ini, harus ada kepastian hukum dan rasa keadilan. Itu yang kita dorong,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Kompolnas akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini. “Kita dorong agar Polda Metro Jaya betul-betul menuntaskan, jangan sampai ada yang terlewat. Ini penting untuk menjaga demokrasi yang damai,” tegas Benny.
Peristiwa kematian Bambang Setiawan terjadi pada Rabu, 15 November 2023, di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Kematiannya disinyalir berkaitan dengan adanya kericuhan yang terjadi di wilayah tersebut. Pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kematian dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Kompolnas berharap dengan adanya desakan ini, proses penyelidikan dan penyidikan dapat berjalan lebih cepat dan akuntabel. Harapannya, keadilan bagi almarhum Bambang Setiawan dapat tercapai, sekaligus memberikan efek jera agar tidak ada lagi kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat, terutama dalam konteks kegiatan yang berkaitan dengan demokrasi.
