Monday, 31 August 2026
BREAKING
BERITA

Serangkaian Kebakaran di Jakarta Picu Desakan Audit Hidran dan Adopsi Teknologi Singapura

Oleh Emanuel August 31, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Jakarta kembali dilanda serangkaian musibah kebakaran dalam beberapa waktu terakhir, mengundang keprihatinan mendalam. Menanggapi kondisi yang memprihatinkan ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap fasilitas hidran di seluruh wilayah ibu kota. Selain itu, DPRD juga mendorong Pemprov untuk meniru teknologi Singapura dalam hal pemutus arus listrik otomatis guna mencegah potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran besar.

Anggota Komisi F DPRD DKI Jakarta, William A. Saragih, menyuarakan kekhawatiran atas rentetan kejadian kebakaran yang terjadi di berbagai titik di Jakarta. Ia menyoroti bahwa banyak hidran yang dilaporkan tidak berfungsi dengan baik atau bahkan tidak terawat. “Kondisi hidran yang ada di lapangan ini banyak yang tidak berfungsi. Kita harus audit dulu, mana yang berfungsi, mana yang tidak, dan bagaimana perbaikannya,” ujar William saat dikonfirmasi pada Kamis, 17 November 2022.

William menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pemadam kebakaran sebagai garda terdepan dalam penanganan insiden. Ia berpendapat bahwa audit hidran ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah krusial untuk memastikan kesiapan dan efektivitas alat vital tersebut saat dibutuhkan. “Kita harus memastikan bahwa hidran-hidran yang ada ini benar-benar siap pakai. Kalau tidak, percuma kita punya banyak hidran tapi tidak bisa dioperasikan saat darurat,” tegasnya.

Lebih lanjut, William mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta belajar dari negara tetangga, Singapura, terkait pencegahan kebakaran. Ia secara spesifik menyoroti adanya alat pemutus arus listrik otomatis yang diterapkan di Singapura. Alat ini, menurutnya, memiliki peran signifikan dalam memutus aliran listrik secara otomatis ketika terdeteksi adanya korsleting, sehingga dapat mencegah api menjalar lebih luas dan besar. “Di Singapura itu ada alat pemutus listrik otomatis. Kalau korslet, dia langsung putus. Itu yang harus kita tiru untuk mencegah terjadinya korsleting yang memicu api besar,” jelas William.

Usulan ini didasari oleh fakta bahwa korsleting listrik kerap menjadi salah satu penyebab utama kebakaran di perkotaan. Dengan mengadopsi teknologi serupa, diharapkan dapat meminimalkan risiko kebakaran yang dipicu oleh masalah kelistrikan. William berharap Pemprov DKI Jakarta dapat segera menindaklanjuti usulan ini demi meningkatkan keamanan dan keselamatan warga ibu kota dari ancaman kebakaran yang terus menghantui.

Bagikan: Facebook X WhatsApp