Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan penyusunan relaksasi aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang secara spesifik menyasar para eksportir di sektor pertambangan. Perubahan kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 September 2026, memberikan kepastian dan persiapan yang cukup bagi para pelaku usaha di industri ini.
Relaksasi ini merupakan tindak lanjut dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pengelolaan DHE, sekaligus memberikan insentif bagi eksportir agar dana hasil ekspor tetap berada di dalam negeri. Meskipun detail lengkapnya belum dirilis, kepastian tanggal penerapan memberikan gambaran jelas bagi para eksportir pertambangan untuk menyesuaikan strategi bisnis mereka.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya telah memberikan sinyal positif mengenai penyelesaian aturan ini. Ia menyatakan bahwa relaksasi DHE ini akan memberikan ruang yang lebih besar bagi eksportir untuk mengelola devisa hasil ekspor mereka. “Kita perlu memberikan ruang yang lebih baik kepada eksportir, sehingga devisa hasil ekspor itu juga bisa tetap ada di dalam negeri,” ujar Airlangga Hartarto dalam sebuah kesempatan.
Penyelesaian aturan ini juga mencakup penyesuaian terkait kewajiban penempatan DHE di dalam negeri. Tujuannya adalah agar dana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung perekonomian nasional, termasuk untuk investasi dan pembiayaan di dalam negeri. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pembiayaan luar negeri dan memperkuat stabilitas sistem keuangan Indonesia.
Selain sektor pertambangan, relaksasi aturan DHE ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kepatuhan eksportir dalam menempatkan dan mengelola DHE mereka. Mekanisme yang lebih fleksibel diharapkan dapat meminimalkan hambatan administratif sekaligus memaksimalkan manfaat ekonomi dari DHE bagi Indonesia.
Para pelaku usaha di sektor pertambangan kini memiliki waktu yang cukup, yaitu hingga 1 September 2026, untuk mempersiapkan diri menghadapi aturan baru ini. Koordinasi antara pemerintah dan asosiasi industri diharapkan terus terjalin erat guna memastikan implementasi relaksasi DHE berjalan lancar dan efektif sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
