Saturday, 29 August 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Banjir Nepal Picu Kekhawatiran Ketidakstabilan Himalaya Akibat Perubahan Iklim

Oleh Herfansyah August 29, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Nepal tengah menghadapi ancaman baru yang mengerikan akibat perubahan iklim. Banjir bandang dahsyat yang baru-baru ini melanda wilayah perbatasan Nepal-Tibet menjadi bukti nyata bahwa pemanasan global tidak hanya meningkatkan suhu, tetapi juga membuat pegunungan tinggi seperti Himalaya semakin tidak stabil.

Peristiwa banjir yang terjadi pada tanggal 23 Juni 2024 ini bukan sekadar bencana alam biasa. Analisis para ilmuwan menunjukkan bahwa kejadian tersebut merupakan akumulasi dari beberapa faktor yang berkaitan erat dengan perubahan iklim. Salah satu penyebab utamanya adalah curah hujan ekstrem yang tidak lazim terjadi di bulan Juni, yang diperparah oleh peningkatan suhu global.

Akibatnya, lapisan salju dan gletser di pegunungan Himalaya yang semakin menipis dan tidak stabil melepaskan volume air yang sangat besar secara tiba-tiba. Curah hujan yang intens kemudian memperburuk situasi, memicu banjir bandang yang menghanyutkan apa saja di jalurnya.

Menurut Dr. Arun Bhakta Shrestha, seorang pakar dari Lembaga Penelitian Lingkungan dan Pembangunan Nepal (ICIMOD), kejadian ini adalah peringatan keras. “Ini adalah bukti nyata bahwa pegunungan Himalaya semakin rentan terhadap dampak perubahan iklim,” ujarnya dalam sebuah pernyataan. Ia menekankan bahwa naiknya suhu global telah mempercepat pencairan gletser, yang secara tradisional bertindak sebagai ‘penyimpan air’ alami. Ketika gletser ini mencair terlalu cepat, mereka tidak mampu lagi menahan volume air, sehingga memicu bencana seperti banjir bandang.

Lebih lanjut, Dr. Shrestha menjelaskan bahwa peristiwa ini juga terkait dengan fenomena yang dikenal sebagai ‘glacier lake outburst flood’ (GLOF), meskipun penyebab pastinya masih dalam investigasi mendalam oleh para ahli. Namun, tren umum menunjukkan bahwa danau-danau glasial yang terbentuk akibat pencairan gletser menjadi semakin besar dan tidak stabil, meningkatkan risiko jebolnya bendungan alami yang menahannya.

Banjir yang terjadi pada 23 Juni 2024 ini tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan masa depan wilayah Himalaya. Para ilmuwan memperingatkan bahwa kejadian serupa kemungkinan akan semakin sering terjadi di masa mendatang jika upaya mitigasi perubahan iklim tidak segera ditingkatkan secara global. Ancaman ini tidak hanya bagi Nepal, tetapi juga bagi jutaan orang yang hidup di hilir sungai-sungai yang berhulu di Himalaya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp