Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, akhirnya angkat bicara menyusul keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika. Langkah ini sontak memicu respons dari pemerintah Kanada yang menyatakan keberatan atas perubahan nama tersebut.
Keputusan Trump yang secara sepihak mengganti nama salah satu Danau-Danau Besar Amerika Utara ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai dasar hukum dan kesepakatan internasional yang mengatur batas wilayah dan nama geografis bersama antara kedua negara. Danau Ontario merupakan bagian penting dari ekosistem dan sejarah bersama kedua bangsa, dan perubahan nama tanpa konsultasi sebelumnya dinilai tidak sesuai dengan prinsip kerja sama bilateral.
Dalam pernyataannya, Mark Carney menegaskan bahwa pemerintah Kanada tidak mengakui perubahan nama tersebut. “Kami sangat kecewa dengan tindakan sepihak ini. Danau Ontario memiliki nama dan sejarahnya sendiri yang dihormati oleh kedua negara,” ujar Carney. Ia menambahkan bahwa nama Danau Ontario telah dikenal secara internasional dan merupakan bagian dari warisan bersama Kanada dan Amerika Serikat selama bertahun-tahun.
Sumber-sumber dari pemerintahan Kanada mengindikasikan bahwa langkah Trump ini tidak hanya mengejutkan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerumitan administratif dan diplomatik. Perubahan nama geografis yang melintasi batas negara biasanya memerlukan persetujuan dari kedua belah pihak melalui proses yang disepakati bersama, seperti yang diatur dalam perjanjian bilateral atau rekomendasi dari badan internasional yang relevan.
Lebih lanjut, Carney menekankan pentingnya menjaga integritas nama-nama geografis yang telah mapan dan diakui secara luas. Ia berharap agar Amerika Serikat dapat meninjau kembali keputusannya dan kembali pada kesepakatan nama yang telah ada. Pemerintah Kanada siap untuk berdialog guna mencari solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak, demi menjaga hubungan baik dan menghormati sejarah bersama yang telah terjalin.
Langkah Donald Trump ini juga memicu diskusi di kalangan akademisi dan pemerhati hubungan internasional mengenai implikasi dari unilateralisme dalam pengelolaan sumber daya dan batas wilayah bersama. Otoritas Kanada menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasionalnya.
