Saturday, 29 August 2026
BREAKING
DUNIA

Kevin Warsh: The Fed Masih Punya ‘Tugas’ Jika Inflasi Tak Terkendali

Oleh Rini Widiyarti August 28, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Federal Reserve (The Fed) masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan jika kenaikan harga yang membebani masyarakat Amerika Serikat tidak segera mereda. Pernyataan ini dilontarkan oleh mantan anggota Dewan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, mengindikasikan bahwa suku bunga acuan berpotensi kembali dinaikkan jika para pembuat kebijakan memandang inflasi masih terlalu tinggi.

Warsh menekankan bahwa tugas utama bank sentral adalah menjaga stabilitas harga. “Jika inflasi tetap tinggi, The Fed punya pekerjaan yang harus dilakukan,” tegasnya dalam sebuah wawancara. Ia tidak merinci kapan tepatnya kebijakan tersebut akan diambil, namun sinyal ini cukup jelas bagi pasar keuangan.

Meskipun The Fed telah menghentikan siklus kenaikan suku bunga dalam beberapa pertemuan terakhirnya, para pejabat bank sentral secara konsisten menyatakan bahwa mereka siap untuk kembali menaikkan suku bunga jika data ekonomi menunjukkan perlunya tindakan lebih lanjut. Pernyataan Warsh ini memperkuat pandangan tersebut, mengingatkan bahwa ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter masih terbatas selama inflasi belum kembali ke target dua persen yang diinginkan The Fed.

Perhatian utama saat ini adalah sejauh mana inflasi yang masih menunjukkan geliatnya akan mempengaruhi keputusan The Fed selanjutnya. Data-data ekonomi terbaru, termasuk Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI), akan terus menjadi sorotan. Jika angka-angka tersebut menunjukkan tren kenaikan yang persisten, kemungkinan besar The Fed akan mempertimbangkan kembali opsi menaikkan suku bunga untuk mendinginkan ekonomi.

Para ekonom dan analis pasar memantau dengan cermat setiap sinyal dari para pejabat The Fed, termasuk dari mantan pejabat seperti Warsh. Komentarnya ini dapat diartikan sebagai peringatan dini bagi pasar bahwa The Fed tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas demi mengendalikan inflasi, meskipun hal itu dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp