Thursday, 27 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Hong Kong Larang Toko Perhiasan Terima Turis Akibat Pemaksaan Belanja

Oleh Muzairi M August 27, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah toko perhiasan dan giok di Hong Kong dijatuhi sanksi larangan menerima rombongan turis. Keputusan ini diambil setelah toko tersebut terbukti bersalah membiarkan pemandu wisata memaksa wisatawan untuk membeli oleh-oleh.

Pemerintah Hong Kong melalui Komisi Perlindungan Konsumen (Consumer Council) menjatuhkan hukuman ini sebagai respons terhadap praktik perdagangan yang tidak etis. Larangan tersebut berlaku efektif segera dan bertujuan untuk memberikan efek jera serta melindungi hak-hak konsumen, khususnya wisatawan.

Tindakan pemaksaan belanja ini dilaporkan terjadi berulang kali. Pemandu wisata, yang seharusnya memberikan informasi dan panduan yang jujur, justru diduga kuat bekerja sama dengan toko untuk mengarahkan turis agar membeli barang dengan harga yang tidak wajar. Hal ini merusak citra pariwisata Hong Kong yang dikenal sebagai destinasi belanja.

“Kami menerima banyak keluhan terkait praktik ini,” ujar seorang juru bicara dari Komisi Perlindungan Konsumen. “Toko yang terlibat diduga memberikan komisi kepada pemandu wisata yang berhasil membawa rombongan untuk berbelanja. Jika turis menolak, mereka akan mendapat tekanan dari pemandu.”

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap industri pariwisata, terutama yang berkaitan dengan transaksi jual beli. Komisi Perlindungan Konsumen menegaskan bahwa mereka akan terus memantau aktivitas toko-toko yang melayani turis dan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran serupa.

Pihak berwenang berharap dengan adanya sanksi ini, toko-toko lain akan belajar dan tidak mengulangi perbuatan serupa. Selain itu, wisatawan diharapkan lebih waspada dan berani melaporkan jika mengalami praktik pemaksaan atau penipuan saat berbelanja di Hong Kong.

Bagikan: Facebook X WhatsApp