Thursday, 27 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

IDSA Perbarui Panduan Tatalaksana Infeksi Gram-Negatif Resisten Antimikroba di AS

Oleh Rini Widiyarti August 27, 2026 2 hours lalu 0 komentar

The Infectious Diseases Society of America (IDSA) telah menerbitkan pembaruan terhadap panduan tatalaksana infeksi bakteri gram-negatif yang resisten terhadap antimikroba di Amerika Serikat. Panduan terbaru ini merupakan penyegaran dari pembaruan sebelumnya yang dikeluarkan pada tahun 2024, dengan fokus pada strategi pengobatan pilihan versus alternatif, serta transisi ke terapi oral dan durasi pengobatan.

Menurut Pranita D. Tamma, MD, MHS, seorang dokter spesialis penyakit infeksi di University of Pennsylvania dan Children’s Hospital of Philadelphia, yang juga merupakan salah satu dari enam spesialis penyakit infeksi yang menyusun panduan ini, pembaruan ini sangat krusial. “Kami perlu memastikan bahwa panduan kami mencerminkan bukti terbaru dan praktik terbaik untuk mengatasi ancaman yang terus berkembang dari infeksi gram-negatif resisten terhadap obat,” ujar Dr. Tamma.

Panduan yang diperbarui ini memberikan penekanan pada pemilihan regimen terapi yang paling efektif, membedakan antara opsi pengobatan yang direkomendasikan sebagai pilihan utama dan alternatif yang dapat dipertimbangkan dalam situasi tertentu. Hal ini penting mengingat semakin kompleksnya pola resistensi bakteri.

Selain itu, panduan ini juga menyoroti pentingnya strategi transisi ke terapi oral. Peralihan dari pengobatan intravena ke oral dapat memberikan manfaat signifikan bagi pasien, termasuk kemudahan perawatan di rumah dan potensi pengurangan biaya, tanpa mengorbankan efektivitas pengobatan.

Aspek durasi pengobatan juga menjadi perhatian dalam pembaruan ini. Panduan terbaru memberikan rekomendasi yang lebih spesifik mengenai lamanya pemberian antibiotik, yang didasarkan pada bukti ilmiah terkini untuk mengoptimalkan hasil klinis sambil meminimalkan risiko resistensi antimikroba dan efek samping.

Pembaruan panduan ini diharapkan dapat membantu para klinisi di Amerika Serikat dalam memberikan perawatan yang lebih tepat sasaran dan efektif bagi pasien yang terinfeksi bakteri gram-negatif yang resisten terhadap berbagai jenis antibiotik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp