Thursday, 27 August 2026
BREAKING
BERITA

Kemenaker Targetkan 500.000 Pekerja Migran Kompeten pada 2029 Melalui Pelatihan Keterampilan

Oleh Emanuel August 27, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Migran Indonesia (Ditjen Binapenta & PKKPMI) menargetkan 500.000 calon pekerja migran Indonesia (PMI) memiliki kompetensi yang memadai pada tahun 2029. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan pasar kerja global yang semakin menuntut tenaga kerja terampil.

Direktur Jenderal Binapenta & PKKPMI, Suhartono, menjelaskan bahwa strategi utama yang akan diterapkan adalah penguatan program pelatihan dan peningkatan kualitas sertifikasi. “Kita akan fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas pelatihan, serta memperluas jangkauan sertifikasi kompetensi bagi para calon PMI,” ujar Suhartono dalam sebuah kesempatan.

Program pelatihan ini dirancang untuk membekali calon PMI dengan keterampilan yang relevan sesuai dengan permintaan sektor-sektor pekerjaan di luar negeri. Kemenaker akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pelatihan kerja (LPK), industri pengguna tenaga kerja, serta pemerintah daerah, untuk memastikan program pelatihan berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Lebih lanjut, Suhartono menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai bukti formal dari keahlian yang dimiliki calon PMI. “Sertifikasi ini bukan hanya sekadar dokumen, tetapi menjadi jaminan bahwa mereka siap bekerja dan memiliki standar profesional yang diakui,” tambahnya. Kemenaker akan terus mendorong agar lebih banyak calon PMI yang mengikuti uji kompetensi dan memperoleh sertifikat yang berlaku.

Target 500.000 PMI kompeten pada 2029 merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah internasional. Dengan bekal keterampilan yang terstandarisasi, diharapkan para PMI dapat memperoleh pekerjaan yang lebih baik, dengan perlindungan yang lebih optimal, serta berkontribusi positif bagi perekonomian nasional.

Proses persiapan ini juga mencakup penyempurnaan kurikulum pelatihan agar selaras dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pekerjaan di era digital. Kemenaker berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi efektivitas program pelatihan dan sertifikasi agar relevan dengan dinamika pasar kerja global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp