Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Paparan Fluorida Prenatal Berhubungan dengan Penurunan Kemampuan Kognitif Anak

Oleh Rini Widiyarti August 26, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Tingkat paparan fluorida selama kehamilan, bahkan pada konsentrasi di bawah batas maksimum yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), terbukti secara nonlinear berhubungan dengan skor kemampuan kognitif cair yang lebih rendah pada anak-anak. Temuan ini didasarkan pada data yang dipublikasikan dalam jurnal American Journal of Epidemiology.

Penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi korelasi antara paparan fluorida di atas 1,5 mg/L dengan penurunan skor IQ anak. Namun, bukti mengenai dampak konsentrasi fluorida yang lebih rendah masih terbatas. Dr. Katrina R. Simon, seorang peneliti postdoctoral di Columbia University Mailman School of Public Health, menyatakan bahwa studi mereka bertujuan untuk mengisi celah pengetahuan ini.

Dalam analisisnya, para peneliti mengamati data dari 223 anak di New York yang terpapar fluorida prenatal melalui air minum umum. Simon dan timnya membandingkan skor anak-anak pada berbagai tes kognitif, termasuk tes yang mengukur kemampuan kognitif cair atau kemampuan untuk memecahkan masalah baru, dengan tingkat fluorida dalam air minum yang dikonsumsi ibu mereka selama kehamilan.

Hasil studi menunjukkan adanya hubungan terbalik antara paparan fluorida prenatal dan skor kemampuan kognitif cair. Artinya, semakin tinggi tingkat fluorida dalam air minum, semakin rendah skor kemampuan kognitif cair yang dicapai anak.

β€œTingkat fluorida yang lebih rendah, yang dianggap aman oleh badan pengatur, masih dapat memiliki dampak negatif yang terukur pada perkembangan kognitif anak,” jelas Simon. Ia menambahkan bahwa temuan ini menekankan pentingnya mempertimbangkan kembali standar keamanan fluorida, terutama terkait paparan prenatal.

Studi ini menggunakan data dari studi kohort New York University (NYU) yang dimulai pada tahun 2007. Para peneliti mengumpulkan sampel air minum dari rumah-rumah partisipan dan menganalisis kadar fluoridanya. Skor kognitif anak-anak dievaluasi pada usia 5 hingga 12 tahun.

Lebih lanjut, Simon menekankan bahwa hasil ini bersifat observasional dan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme biologis yang mendasari hubungan ini. Namun, temuan ini memberikan bukti kuat yang perlu dipertimbangkan oleh para pembuat kebijakan dan masyarakat umum mengenai konsumsi air minum yang mengandung fluorida.

Bagikan: Facebook X WhatsApp