Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
POLITIK

Kalsel Dilanda Gelombang Panas, BMKG Catat 473 Titik Api

Oleh Danu Ilham August 25, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kalimantan Selatan saat ini tengah menghadapi kondisi cuaca panas yang signifikan, tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan terdeteksinya 473 titik panas. Fenomena ini tersebar merata di 11 kabupaten dan kota di wilayah tersebut, mengindikasikan adanya potensi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut data BMKG yang dirilis pada Kamis (12/9/2024), sebaran titik panas paling banyak ditemukan di tiga daerah. Kabupaten Hulu Sungai Selatan menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi, diikuti oleh Kabupaten Tapin dan Kabupaten Banjar. Angka ini menjadi perhatian serius mengingat musim kemarau yang masih berlangsung dan berpotensi memperparah kondisi.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Karolis Bangun, menyatakan bahwa deteksi titik panas ini merupakan indikator awal adanya potensi kebakaran. “Titik panas ini adalah area dengan suhu permukaan yang lebih tinggi dari lingkungan sekitarnya. Ini bisa menjadi indikasi awal dari adanya hotspot atau potensi kebakaran,” jelas Karolis Bangun.

Ia menambahkan bahwa sebaran titik panas ini mengindikasikan adanya peningkatan suhu permukaan di wilayah-wilayah tersebut, yang perlu diwaspadai oleh masyarakat dan pihak terkait. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan ekstra, terutama di daerah-daerah yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.

BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan sebaran titik panas di Kalimantan Selatan. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering dan panas.

Lebih lanjut, Karolis Bangun menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla. “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk meminimalisir risiko. Namun, peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sangat krusial,” ujar Karolis Bangun.

Dengan terdeteksinya 473 titik panas, Kalimantan Selatan secara keseluruhan dinilai ‘membara’ oleh BMKG, menunjukkan urgensi penanganan dan pencegahan karhutla yang lebih masif. Upaya pemadaman dini dan sosialisasi larangan membakar lahan diharapkan dapat menekan angka kebakaran yang dapat merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp