Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dijadwalkan melakukan kunjungan ke Kyiv pada Selasa (17/1/2023) dalam perjalanan luar negeri pertamanya sejak invasi Rusia ke Ukraina. Kunjungan ini bertujuan untuk menegaskan kembali dukungan tak tergoyahkan Inggris terhadap Ukraina dalam menghadapi agresi militer Moskow.
Kedatangan Johnson di ibu kota Ukraina ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat. Sebelumnya, Moskow telah mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi “konsekuensi” jika laporan mengenai penggunaan drone buatan Inggris oleh Ukraina terbukti benar. Pernyataan ini menggarisbawahi sensitivitas situasi keamanan yang berkembang di kawasan tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Johnson dijadwalkan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Pertemuan ini diharapkan menjadi forum penting untuk membahas perkembangan terkini di medan perang, kebutuhan bantuan militer dan kemanusiaan Ukraina, serta strategi jangka panjang untuk mendukung kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina. Inggris telah menjadi salah satu pendukung utama Ukraina sejak awal invasi, menyediakan bantuan militer, keuangan, dan kemanusiaan senilai miliaran poundsterling.
Seorang juru bicara Pemerintah Inggris menyatakan, “Perdana Menteri akan bertemu dengan Presiden Zelenskyy di Kyiv, menegaskan kembali dukungan Inggris untuk Ukraina. Ini akan menjadi perjalanan pertama Perdana Menteri ke luar negeri sejak invasi.” Pernyataan ini menekankan signifikansi kunjungan tersebut sebagai simbol solidaritas dan komitmen Inggris. Pihak Inggris juga akan mengumumkan paket bantuan baru untuk Ukraina, yang diperkirakan mencakup sistem artileri jarak jauh dan drone pengintai, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pertahanan Ukraina.
Sebelumnya, laporan mengenai dugaan penggunaan drone Inggris oleh Ukraina untuk menyerang sasaran di wilayah Rusia telah memicu reaksi keras dari Moskow. Kementerian Luar Negeri Rusia pada Jumat (13/1/2023) menyatakan, “Kami telah memperingatkan berulang kali bahwa penggunaan senjata Inggris untuk menyerang wilayah Rusia akan menimbulkan konsekuensi.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Rusia melihat tindakan semacam itu sebagai eskalasi yang signifikan dan mungkin akan merespons dengan tindakan balasan yang belum ditentukan. Kunjungan Johnson ke Kyiv ini secara tidak langsung juga dapat diartikan sebagai respons Inggris terhadap ancaman tersebut, menunjukkan bahwa Inggris tidak akan gentar di bawah tekanan.
Kunjungan Perdana Menteri Johnson ke Kyiv ini merupakan yang kedua kalinya sejak invasi Rusia dimulai pada Februari 2022. Kunjungan sebelumnya dilakukan pada bulan Juni 2022, di mana ia juga bertemu dengan Presiden Zelenskyy dan menjanjikan bantuan lebih lanjut. Kehadiran kembali pemimpin Inggris di ibu kota Ukraina ini menegaskan kembali posisi Inggris sebagai mitra strategis utama Ukraina dalam perjuangannya mempertahankan diri.
