Sekitar 90.000 warga di Reno, Nevada, diperintahkan untuk mengungsi akibat ancaman kebakaran liar yang kian mendekat. Api telah melalap sekitar 10.500 hektare lahan dan hingga kini belum terkendali, menurut keterangan resmi pihak berwenang. Situasi darurat ini memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Kebakaran yang diberi nama ‘Pinehaven Fire’ ini dilaporkan pertama kali pada hari Selasa, 18 Juni 2024. Hingga laporan ini ditulis, api terus menyebar dengan cepat, didorong oleh kondisi cuaca yang kering dan angin kencang yang menjadi ciri khas musim panas di wilayah tersebut. Petugas pemadam kebakaran bekerja tanpa henti untuk mencoba mengendalikan kobaran api yang semakin membesar.
Otoritas setempat telah mendirikan pusat evakuasi di beberapa lokasi strategis untuk menampung para pengungsi. Salah satu pusat evakuasi utama berada di Reno-Sparks Convention Center. “Kami mengimbau seluruh warga yang berada di zona evakuasi untuk segera mengikuti instruksi yang diberikan oleh petugas,” ujar juru bicara pemadam kebakaran setempat, Sarah Jenkins, dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 19 Juni 2024. Ia menambahkan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan jiwa.
Luas lahan yang terbakar terus bertambah, menimbulkan kekhawatiran akan dampak ekologis dan kerugian materiil yang signifikan. Kebakaran ini juga mengancam sejumlah infrastruktur penting di sekitar wilayah Reno. Petugas pemadam kebakaran dari berbagai lembaga, termasuk US Forest Service dan Nevada Division of Forestry, dikerahkan untuk memadamkan api yang masih belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
Penyebab pasti dari kebakaran liar ini masih dalam penyelidikan. Namun, pihak berwenang menduga faktor manusia mungkin berperan, mengingat musim kemarau yang panjang dan kondisi vegetasi yang mudah terbakar. Warga yang terdampak diminta untuk terus memantau informasi terbaru dari sumber resmi dan bersiap untuk kemungkinan perluasan zona evakuasi jika situasi memburuk.
