Monday, 24 August 2026
BREAKING
DUNIA

Zelensky Tolak Pemilu di Ukraina Selama Perang Rusia

Oleh Heni Maulidya August 24, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan penolakannya terhadap penyelenggaraan pemilihan umum di negaranya selama periode perang aktif melawan Rusia. Keputusan ini diambil mengingat situasi keamanan yang genting dan tantangan logistik yang dihadapi.

Zelensky menegaskan bahwa mengadakan pemilu dalam kondisi saat ini akan menjadi tugas yang sangat sulit, bahkan mungkin mustahil. “Saya pikir itu tidak mungkin untuk mengadakan pemilu ketika perang masih berlangsung,” ujar Zelensky dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Ukraina pada 12 Desember 2023.

Alasan utama di balik penolakan ini adalah masalah keamanan. Zelensky mengemukakan kekhawatiran bahwa penyelenggaraan pemilu dapat membahayakan keselamatan warga sipil dan personel pemilu, mengingat ancaman serangan terus-menerus dari pihak Rusia. Selain itu, sebagian besar wilayah Ukraina masih berada di bawah ancaman atau pendudukan.

Lebih lanjut, Zelensky juga menyoroti kendala teknis dan hukum yang menyertai proses pemilu. Jutaan warga Ukraina saat ini berada di luar negeri sebagai pengungsi, dan banyak tentara yang sedang bertugas di garis depan. Memastikan partisipasi yang adil dan setara bagi seluruh warga negara, baik di dalam maupun luar negeri, serta mereka yang berada di zona tempur, akan menjadi tantangan yang sangat besar. “Bagaimana kita bisa memastikan hak memilih bagi semua orang?” tanyanya retoris.

Presiden Ukraina ini juga sempat menyinggung kemungkinan perubahan undang-undang yang diperlukan untuk menunda pemilu. Menurut hukum Ukraina, pemilihan presiden tidak dapat diadakan selama keadaan darurat militer diberlakukan. Saat ini, Ukraina sedang dalam status darurat militer akibat agresi Rusia.

Pernyataan Zelensky ini muncul menyusul perdebatan yang berkembang di Ukraina mengenai kemungkinan penyelenggaraan pemilu pada tahun 2024, yang merupakan jadwal rutin pemilu presiden. Namun, kondisi perang yang masih berlangsung membuat banyak pihak, termasuk presiden, berpandangan bahwa pemilu tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp