Monday, 24 August 2026
BREAKING
DUNIA

Mengenang Revolusi Kebudayaan China: 60 Tahun Sejak Pergolakan yang Mengubah Sejarah

Oleh Heni Maulidya August 24, 2026 55 minutes lalu 0 komentar

Tahun 2026 menandai momen penting dalam sejarah China, yaitu peringatan 60 tahun Revolusi Kebudayaan. Peristiwa monumental ini, yang diluncurkan oleh pemimpin besar China, Mao Zedong, pada tahun 1966, merupakan periode pergolakan politik dan sosial yang dramatis, meninggalkan jejak mendalam pada lanskap China modern.

Revolusi Kebudayaan, yang secara resmi berlangsung hingga 1976, adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk membersihkan masyarakat China dari unsur-unsur borjuis dan tradisional, serta menegakkan kembali ideologi komunis yang murni. Mao Zedong, dengan keyakinan yang kuat, memimpin gerakan ini dengan tujuan mengonsolidasikan kekuasaannya dan menghidupkan kembali semangat revolusioner yang ia yakini telah terkikis di kalangan Partai Komunis China.

Dampak dari Revolusi Kebudayaan sangat luas dan sering kali brutal. Jutaan orang dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk para intelektual, guru, dan pejabat partai, menjadi sasaran kampanye kritik publik, pembersihan, dan bahkan penganiayaan fisik. Sekolah dan universitas ditutup, sementara kaum muda, yang dikenal sebagai Pengawal Merah (Red Guards), didorong untuk menentang otoritas dan nilai-nilai lama. Kekerasan dan kekacauan menjadi pemandangan umum di banyak wilayah di China.

Meskipun Mao Zedong melihat Revolusi Kebudayaan sebagai upaya untuk menyelamatkan revolusi dari stagnasi, para sejarawan dan banyak orang China sendiri kini melihatnya sebagai periode yang penuh dengan kehancuran dan penderitaan. Kerusakan pada warisan budaya, hilangnya nyawa, dan trauma psikologis yang dialami oleh jutaan orang adalah bagian tak terpisahkan dari warisan periode ini. Diperkirakan bahwa jutaan orang tewas selama Revolusi Kebudayaan, dan lebih banyak lagi yang menderita akibat penganiayaan dan pengasingan.

Setelah kematian Mao Zedong pada tahun 1976, kepemimpinan China, di bawah Deng Xiaoping, secara resmi mengutuk Revolusi Kebudayaan sebagai kesalahan besar. Meskipun demikian, peringatan 60 tahun peristiwa ini pada 2026 kemungkinan akan memicu kembali diskusi dan refleksi tentang salah satu babak paling kontroversial dalam sejarah modern China, serta bagaimana negara itu bangkit dan bertransformasi setelah periode yang penuh gejolak tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp