Saturday, 22 August 2026
BREAKING
POLITIK

Audit Penerimaan Maba Diminta Pasca OTT Rektor Unsoed

Oleh Danu Ilham August 22, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyuarakan desakan untuk melakukan audit, evaluasi, serta reformasi menyeluruh terhadap tata kelola penerimaan mahasiswa baru. Permintaan ini muncul menyusul penangkapan Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa, 26 September 2023.

Organisasi yang menaungi para lulusan Unsoed tersebut menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus yang menimpa pimpinan tertinggi universitas. Mereka menilai insiden ini tidak hanya mencoreng nama baik almamater, tetapi juga berpotensi merusak integritas proses akademik, khususnya dalam penerimaan mahasiswa baru.

Ketua Keluarga Alumni Unsoed, Prof. Dr. Ir. Ahmad Darsana, M.Sc., menegaskan bahwa langkah audit dan evaluasi merupakan kebutuhan mendesak. “Kami mendesak adanya audit, evaluasi, dan reformasi tata kelola penerimaan mahasiswa baru,” ujar Prof. Darsana dalam keterangan resminya. Beliau menambahkan bahwa proses ini harus dilakukan secara independen dan transparan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap Unsoed.

Lebih lanjut, Prof. Darsana menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan penerimaan mahasiswa baru. Hal ini mencakup seluruh proses seleksi, mulai dari pendaftaran, penilaian, hingga penetapan calon mahasiswa yang diterima. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan murni berdasarkan prestasi akademik dan sesuai dengan prinsip keadilan.

Keluarga Alumni Unsoed juga mendesak agar pihak berwenang, termasuk KPK, untuk mengusut tuntas kasus ini. Mereka berharap agar para pihak yang terlibat dalam praktik korupsi dapat diberikan sanksi yang setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku. Selain itu, mereka juga meminta agar dilakukan perbaikan sistemik di Unsoed untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Dalam konteks penangkapan Rektor Akhmad Sodiq, KPK mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai senilai Rp 1,8 miliar. Uang tersebut diduga merupakan bagian dari suap terkait dengan penerimaan mahasiswa baru di Unsoed. Penangkapan ini menjadi pukulan telak bagi institusi pendidikan yang selama ini dikenal memiliki reputasi baik.

Menyikapi situasi ini, pihak rektorat Unsoed belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut terkait tuntutan dari Keluarga Alumni Unsoed. Namun, publik menanti langkah konkret dari universitas untuk merespons dugaan praktik korupsi yang melibatkan pimpinannya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp