Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali terlibat dalam insiden yang memperlihatkan ketegangan dengan jurnalis. Kali ini, ia dilaporkan memerintahkan wartawan untuk diam dengan teriakan “Diam, diam, diam!”. Insiden ini memicu pertanyaan mengenai jenis pertanyaan apa yang kerap membuat orang nomor satu di Gedung Putih itu enggan menjawab.
BBC menelusuri beberapa topik yang tampaknya menjadi titik sensitif bagi Trump, di mana ia kerap memilih untuk mengalihkan pembicaraan atau bahkan menghentikan interaksi dengan awak media. Pengalaman ini bukan kali pertama, mengingat rekam jejak Trump yang sering kali bersitegang dengan pers.
Salah satu tema yang sering kali memicu reaksi defensif dari Trump adalah mengenai penyelidikan terkait campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2016. Trump berulang kali menyatakan bahwa penyelidikan tersebut merupakan “perburuan penyihir” dan tidak berdasar. Ia juga kerap mengkritik media yang dianggapnya memberitakan secara tidak adil mengenai isu ini.
Selain itu, pertanyaan mengenai kekayaan pribadinya, termasuk sumber pendanaan bisnisnya dan laporan pajak yang belum pernah ia publikasikan secara penuh, juga sering kali dihindari. Trump beralasan bahwa laporan pajak tersebut sedang diaudit oleh Internal Revenue Service (IRS), meskipun tidak ada aturan yang mengharuskan presiden untuk menunda publikasi laporan pajak selama audit berlangsung.
Kinerja dan kebijakan yang dianggap kontroversial juga menjadi area yang kerap memicu respons negatif. Misalnya, kebijakan imigrasi yang ketat, penarikan Amerika Serikat dari perjanjian internasional seperti Perjanjian Paris tentang perubahan iklim, atau komentar-komentar kontroversialnya mengenai tokoh politik dan negara lain, sering kali dijawab Trump dengan serangan balik terhadap wartawan atau dengan mengakhiri wawancara.
Insiden terbaru, di mana Trump meneriakkan “Diam, diam, diam!” kepada wartawan, terjadi ketika ia sedang berada di Gedung Putih. Meskipun BBC tidak merinci wartawan atau media mana yang terlibat dalam insiden tersebut, namun hal ini kembali menyoroti dinamika hubungan yang tegang antara Gedung Putih di bawah kepemimpinan Trump dengan media massa.
Perilaku Trump yang kerap kali membungkam wartawan ini telah menjadi ciri khas selama masa kepresidenannya, menciptakan preseden yang tidak biasa dalam interaksi antara pemimpin negara dan pers bebas di Amerika Serikat.
