MNC Sekuritas kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi pasar modal di kalangan generasi muda. Kali ini, edukasi pasar modal digelar secara daring bersama Galeri Investasi (GI) Bursa Efek Indonesia (BEI) Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan Bogor pada Selasa, 23 Juni 2026. Pelatihan yang bertajuk Sekolah Pasar Modal (SPM) Level 2 ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta, mayoritas merupakan mahasiswa.
Dalam sesi yang dipandu oleh Head of Education & Community MNC Sekuritas, Andri Muharizal, peserta diajak untuk mendalami materi krusial mengenai ‘Mengenal Analisis Teknikal’. Pemahaman mendalam terhadap analisis teknikal menjadi kunci penting bagi para investor, terutama generasi muda yang baru terjun ke dunia pasar modal. Materi yang disampaikan mencakup konsep fundamental, mulai dari cara efektif membaca grafik pergerakan harga saham, mengidentifikasi tren pasar, hingga memahami level krusial seperti support dan resistance.
Lebih lanjut, para peserta juga diperkenalkan pada penggunaan berbagai indikator teknikal yang lazim digunakan oleh para pelaku pasar modal profesional. Hal ini bertujuan agar mereka dapat membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi dan berbasis data. Selain aspek analisis, sesi ini juga menekankan pentingnya manajemen risiko dalam setiap pengambilan keputusan investasi, sebuah elemen vital yang sering kali terabaikan oleh investor pemula.
Andri Muharizal menyoroti pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan jumlah investor di Indonesia dengan peningkatan kualitas literasi dan kesadaran akan perlindungan konsumen di pasar modal. "Sekolah Pasar Modal (SPM) merupakan salah satu sarana strategis yang kami andalkan untuk mencetak investor yang tidak hanya aktif dalam bertransaksi, namun juga cerdas dan terlindungi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dengan menguasai analisis teknikal, peserta dibekali kemampuan untuk membaca tren dan pergerakan harga saham secara akurat. Hal ini menjadi dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan investasi yang rasional dan tidak didorong oleh emosi sesaat. Lebih dari itu, pelatihan ini juga membekali mereka dengan pemahaman mengenai risiko investasi, cara menghindarinya, serta kesadaran penuh akan hak dan kewajiban mereka sebagai investor.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Bisnis IBI Kesatuan, Sinta Listari, menyambut baik inisiatif MNC Sekuritas. Ia menegaskan bahwa pemahaman teoritis semata mengenai pasar modal tidaklah cukup. Kemampuan praktis dalam menganalisis dan mengambil keputusan investasi yang tepat menjadi esensial. Melalui SPM Level 2 ini, mahasiswa IBI Kesatuan Bogor mendapatkan keterampilan analisis teknikal yang sangat berharga.
"Keterampilan ini akan sangat membantu mereka dalam membaca dinamika pasar, memahami pergerakan harga saham secara lebih mendalam, serta mengelola risiko investasi dengan lebih efektif," jelas Sinta. Ia berharap, dengan bekal ini, para mahasiswa dapat menjadi investor yang lebih kompeten dan bertanggung jawab di masa depan.
Fenomena peningkatan minat generasi muda terhadap investasi di pasar modal memang terus menunjukkan tren positif. Berbagai platform investasi digital yang semakin mudah diakses turut memicu antusiasme ini. Namun, seiring dengan kemudahan tersebut, pemahaman yang komprehensif mengenai seluk-beluk pasar modal, termasuk analisis fundamental dan teknikal, menjadi semakin krusial. Analisis teknikal sendiri berfokus pada studi pergerakan harga historis dan volume perdagangan untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.
Para analis pasar modal sering menggunakan berbagai alat bantu visual seperti grafik candlestick, bar chart, dan line chart untuk mengamati pola harga. Indikator-indikator teknikal seperti Moving Average (MA), Relative Strength Index (RSI), Moving Average Convergence Divergence (MACD), dan Stochastic Oscillator menjadi alat penting untuk mengkonfirmasi tren, mengukur momentum, serta mengidentifikasi potensi pembalikan arah harga. Pemahaman mengenai support dan resistance juga sangat vital, karena level-level ini menunjukkan area harga di mana tekanan beli atau jual cenderung kuat, berpotensi menghentikan atau membalikkan tren harga.
Manajemen risiko yang ditekankan dalam pelatihan ini mencakup berbagai strategi, seperti penentuan stop-loss untuk membatasi potensi kerugian, diversifikasi portofolio untuk menyebar risiko, serta alokasi aset yang sesuai dengan profil risiko individu. Keputusan investasi yang terburu-buru atau emosional, seperti membeli saat harga sedang sangat tinggi (euforia) atau menjual saat panik (ketakutan), sering kali berujung pada kerugian. Oleh karena itu, pendekatan yang rasional dan berbasis analisis menjadi kunci keberhasilan jangka panjang di pasar modal.
MNC Sekuritas, sebagai salah satu pelaku industri jasa keuangan yang aktif, terus berupaya untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui program-program edukasi yang berkelanjutan. Inisiatif seperti SPM ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kondisi pasar yang dinamis. Keberhasilan program ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas investor di Indonesia, yang pada akhirnya akan memperkuat stabilitas dan pertumbuhan pasar modal nasional. Ke depannya, MNC Sekuritas berencana untuk terus menggencarkan program serupa di berbagai institusi pendidikan lainnya guna menciptakan ekosistem investor yang cerdas, terinformasi, dan terlindungi.











