Sebuah pendekatan pengobatan infeksi sendi prostetik pasca-artroplasti total lutut dan pinggul tahap awal, yang dilakukan dalam satu tahap, terbukti memiliki hasil yang tidak kalah (noninferior) dibandingkan dengan metode dua tahap. Temuan ini didasarkan pada hasil penelitian yang baru saja dipublikasikan, menawarkan alternatif yang berpotensi lebih efisien bagi pasien.
Metode satu tahap ini melibatkan pengangkatan implan yang terinfeksi, pembersihan area secara menyeluruh, dan pemasangan implan baru dalam satu rangkaian prosedur. “Kuncinya di sini adalah Anda harus mengikuti protokol yang sangat spesifik,” ujar Thomas Fehring, MD, seorang ahli bedah pinggul dan lutut di OrthoCarolina Hip and Knee Center, kepada Healio. Ia menekankan pentingnya debridemen yang cermat saat mengeluarkan implan.
Lebih lanjut, Dr. Fehring menjelaskan bahwa setelah implan dikeluarkan, semua instrumen yang terkontaminasi harus dikeluarkan dari ruangan. “Anda kemudian harus mengeluarkan semua instrumen kotor dari ruangan, membawa instrumen bersih, lalu melakukan persiapan ulang dan pemasangan tirai ulang,” tambahnya. Proses ini menunjukkan tingkat ketelitian yang sangat tinggi diperlukan untuk memastikan keberhasilan prosedur satu tahap.
Studi ini menyimpulkan bahwa dengan kepatuhan pada protokol yang ketat, pengobatan satu tahap dapat memberikan hasil yang setara dengan metode dua tahap yang telah lama menjadi standar. Pendekatan ini berpotensi mengurangi jumlah operasi, waktu pemulihan, dan biaya perawatan bagi pasien yang mengalami infeksi pada sendi prostetik mereka.
