Tiga negara Barat, yaitu Inggris, Kanada, dan Australia, secara tegas mengecam keputusan Israel yang menolak permintaan penyelidikan kriminal terkait tewasnya tujuh pekerja World Central Kitchen (WCK) di Gaza. Insiden tragis yang merenggut nyawa para pekerja kemanusiaan tersebut terjadi pada tahun 2024 akibat serangan Israel terhadap konvoi mereka.
Menteri Luar Negeri Inggris, David Cameron, menyatakan kekecewaannya yang mendalam atas respons Israel. Ia menekankan bahwa negara-negara tersebut telah berulang kali menyampaikan keprihatinan mereka mengenai jumlah korban sipil yang terus meningkat di Gaza. Cameron menegaskan bahwa Israel memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan para pekerja kemanusiaan yang berupaya memberikan bantuan vital di wilayah tersebut.
Senada dengan Inggris, Menteri Luar Negeri Kanada, Mélanie Joly, juga menyampaikan ketidakpuasannya. Ia menyatakan bahwa Kanada sangat prihatin dengan kematian para pekerja WCK dan menganggapnya sebagai tragedi yang tidak dapat diterima. Joly mendesak Israel untuk memberikan pertanggungjawaban penuh atas insiden tersebut.
Australia juga turut menyuarakan kecaman senada. Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menegaskan bahwa negaranya sangat berduka atas hilangnya nyawa pekerja kemanusiaan. Wong menekankan pentingnya akuntabilitas dan penyelidikan yang menyeluruh terhadap insiden tersebut.
Sebelumnya, pada bulan April 2024, Israel mengumumkan bahwa mereka tidak akan melakukan penyelidikan kriminal atas serangan yang menewaskan tujuh pekerja WCK. Keputusan ini menuai kritik internasional yang luas, mengingat peran krusial WCK dalam mendistribusikan bantuan makanan dan pasokan penting lainnya kepada warga sipil yang terdampak konflik di Gaza.
Para pekerja kemanusiaan yang tewas dalam serangan tersebut berasal dari berbagai negara, termasuk Australia, Inggris, dan Kanada. Insiden ini kembali menyoroti tantangan besar dalam penyaluran bantuan kemanusiaan di Gaza dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai perlindungan terhadap personel yang menjalankan misi kemanusiaan di zona konflik.
