Sebuah laporan terbaru dari Surfshark menobatkan Meta sebagai perusahaan teknologi yang paling ‘rakus’ dalam mengumpulkan data pengguna. Posisi kedua ditempati oleh Google, menunjukkan dominasi dua raksasa teknologi ini dalam mengumpulkan informasi pribadi dari para penggunanya.
Laporan bertajuk “Digital 2023: Global Overview Report” ini mengupas tuntas praktik pengumpulan data oleh berbagai platform digital. Hasilnya, Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, teridentifikasi sebagai entitas yang paling agresif dalam mengumpulkan berbagai jenis data pengguna. Hal ini mencakup informasi demografis, aktivitas online, preferensi, bahkan data lokasi.
Google, yang memiliki berbagai layanan populer seperti mesin pencari, YouTube, dan Gmail, berada di urutan kedua dalam daftar ini. Meskipun demikian, tingkat pengumpulan data oleh Google tetap signifikan dan mencakup spektrum informasi yang luas dari penggunanya.
Laporan Surfshark menyoroti bahwa pengumpulan data ini merupakan bagian integral dari model bisnis perusahaan teknologi besar. Data tersebut digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari personalisasi iklan yang lebih tertarget hingga pengembangan produk dan layanan baru. Namun, praktik ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait privasi dan keamanan data pengguna.
Meskipun Meta dan Google memimpin daftar, laporan ini juga mencatat bahwa banyak perusahaan teknologi lain yang juga memiliki kebiasaan mengumpulkan data pengguna dalam jumlah besar. Surfshark menekankan pentingnya kesadaran pengguna mengenai jenis data apa saja yang dibagikan dan bagaimana data tersebut digunakan oleh platform yang mereka gunakan sehari-hari.
Dalam sebuah kutipan, juru bicara Surfshark menyatakan, “Kami melihat tren yang jelas di mana perusahaan teknologi besar semakin bergantung pada data pengguna untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan. Penting bagi pengguna untuk memahami implikasi dari berbagi informasi pribadi mereka secara online.”
Laporan ini memberikan gambaran yang jelas mengenai lanskap pengumpulan data dalam industri teknologi saat ini. Pengguna disarankan untuk lebih cermat dalam meninjau pengaturan privasi di setiap aplikasi dan layanan yang mereka gunakan, serta mempertimbangkan kembali informasi apa yang mereka bagikan.
