Friday, 21 August 2026
BREAKING
DUNIA

Menteri Israel Unggah Video Fasilitas Eksekusi, Picu Kecaman Internasional

Oleh Heni Maulidya August 21, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menuai kontroversi setelah mengunggah sebuah video yang menampilkan sebuah fasilitas yang diduga diperuntukkan bagi eksekusi gantung terhadap warga Palestina. Tindakan ini sontak memicu kecaman dari berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri, yang menilai pernyataannya telah melewati batas kewajaran dan berpotensi memprovokasi.

Dalam unggahan yang beredar, Ben-Gvir terlihat mengunjungi sebuah lokasi yang diklaimnya sebagai tempat untuk melaksanakan hukuman mati. Ia bahkan secara eksplisit menyatakan dukungannya terhadap penerapan hukuman gantung bagi warga Palestina. Pernyataan dan demonstrasi visual ini dianggap sebagai bentuk provokasi yang tidak pantas dari seorang pejabat publik, terutama dalam konteks konflik Israel-Palestina yang sensitif.

Reaksi keras datang dari berbagai organisasi hak asasi manusia dan politisi internasional. Mereka mengecam keras tindakan Ben-Gvir yang dianggap tidak hanya tidak sensitif, tetapi juga berpotensi meningkatkan ketegangan dan kebencian. Kritikus berpendapat bahwa retorika semacam ini dapat merusak upaya perdamaian dan memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Ben-Gvir sendiri dikenal dengan sikapnya yang garis keras terhadap Palestina. Sejumlah tindakannya kerap menjadi sorotan dan menuai kritik tajam. Kali ini, unggahan videonya yang secara gamblang menunjukkan fasilitas eksekusi dan dukungannya terhadap hukuman mati bagi warga Palestina kembali menempatkannya di pusat perdebatan internasional mengenai hak asasi manusia dan etika politik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel terkait kontroversi yang ditimbulkan oleh menterinya. Namun, aksi Ben-Gvir ini dipastikan akan terus menjadi sorotan dan memicu perdebatan sengit mengenai masa depan hubungan Israel-Palestina serta standar perilaku pejabat publik dalam konflik yang berkepanjangan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp