Jose Mourinho akhirnya membongkar tabir di balik kegagalan Real Madrid merekrut gelandang bertahan Rodri dari Manchester City. Menurut pelatih asal Portugal itu, keraguan dan kebimbangan yang melanda kubu Los Blancos menjadi faktor penentu Rodri akhirnya memilih Barcelona.
Mourinho, yang pernah menjabat sebagai manajer di Santiago Bernabeu, menyatakan bahwa Real Madrid sebenarnya memiliki kesempatan untuk mendaratkan Rodri. Namun, proses pengambilan keputusan di internal klub saat itu dinilainya terlalu lambat dan penuh pertimbangan yang berujung pada kehilangan kesempatan emas.
“Rodri hampir bergabung dengan Real Madrid. Dia sudah di sana,” ungkap Mourinho, seperti dikutip dari podcast Rio Ferdinand, “Five”. Ia menambahkan bahwa di menit-menit akhir, keputusan untuk merekrut Rodri menjadi ragu-ragu. “Mereka ragu dan bimbang. Mereka berpikir, ‘Apakah kita benar-benar membutuhkan dia?’,” lanjutnya.
Mourinho menjelaskan bahwa keraguan tersebut memberikan celah bagi Barcelona untuk bergerak cepat. Ia menyebutkan, ketika Real Madrid masih berkutat dengan keraguan mereka, Barcelona langsung mengambil kesempatan dan berhasil meyakinkan Rodri untuk bergabung dengan klub asal Catalan tersebut. “Pada akhirnya, dia pergi ke Barcelona. Jika Real Madrid lebih mantap, dia akan berada di sana,” tegas Mourinho.
Keputusan Real Madrid yang dinilai lamban ini juga disinggung oleh Mourinho dalam konteks bagaimana sebuah klub besar seharusnya bertindak dalam perburuan pemain. Ia menyayangkan sikap bimbang yang akhirnya berujung pada penyesalan karena kehilangan talenta sehebat Rodri. Keberhasilan Barcelona mengamankan tanda tangan Rodri, yang kemudian menjadi pemain kunci di lini tengah mereka, menjadi bukti nyata dari strategi transfer yang lebih gesit.
Rodri sendiri bergabung dengan Manchester City pada Juli 2019, sebelum akhirnya Barcelona juga menunjukkan minat serius. Namun, berdasarkan penuturan Mourinho, momen krusial yang menentukan kepindahannya bukanlah antara City dan Barca, melainkan antara Real Madrid dan Barca. Pengakuan ini memberikan perspektif baru mengenai dinamika transfer yang seringkali penuh kejutan dan dipengaruhi oleh kecepatan serta ketegasan dalam mengambil keputusan.
