Perairan Greenland kini menjadi lokasi ‘pesta makan’ bagi paus raksasa. Fenomena ini terjadi seiring dengan mencairnya es laut akibat perubahan iklim, yang membuka akses baru bagi mamalia laut terbesar ini untuk mencari makan.
Meningkatnya suhu global telah menyebabkan lapisan es laut di Kutub Utara, termasuk di sekitar Greenland, menyusut secara signifikan. Perubahan ini menciptakan koridor laut yang sebelumnya tertutup es, memungkinkan pergerakan paus raksasa seperti paus bungkuk dan paus sirip ke wilayah yang lebih utara.
Para ilmuwan mengamati bahwa kemunculan paus-paus ini di perairan Greenland meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. Data dari penelitian yang dilakukan oleh Institut Arktik dan Lautan Norwegia (Norwegian Institute of Marine Research) menunjukkan lonjakan kehadiran paus bungkuk di wilayah tersebut. “Kami melihat peningkatan yang luar biasa dalam jumlah paus bungkuk yang memanfaatkan perairan ini,” ujar Dr. Lars-Petter Andersen, salah satu peneliti utama dalam studi tersebut.
Paus-paus ini tertarik ke perairan Greenland karena ketersediaan sumber makanan yang melimpah. Mencairnya es laut memicu peningkatan populasi krill dan ikan kecil, yang merupakan mangsa utama paus. “Es laut yang mencair menciptakan kondisi ideal bagi krill untuk berkembang biak, dan ini secara alami menarik paus untuk datang dan berpesta,” jelas Dr. Andersen.
Perubahan ini tidak hanya berdampak pada paus, tetapi juga memicu kekhawatiran di kalangan ilmuwan mengenai ekosistem Arktik yang rapuh. Dinamika baru ini dapat mengubah rantai makanan dan mempengaruhi spesies lain yang bergantung pada kondisi es laut yang stabil. Para peneliti menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap perubahan ini dan dampaknya terhadap keanekaragaman hayati laut Arktik.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal ‘Nature Climate Change’ pada tahun 2022 sebelumnya telah memprediksi bahwa perubahan pola es laut akan menggeser habitat paus. Prediksi tersebut kini tampak menjadi kenyataan di perairan Greenland. Para peneliti berharap dengan pemahaman yang lebih baik, upaya konservasi dapat disesuaikan untuk melindungi populasi paus raksasa di tengah perubahan lingkungan yang cepat ini.
