Thursday, 20 August 2026
BREAKING
DUNIA

Iran Balas Klaim Trump Atas Selat Hormuz dengan ‘Caplok’ California

Oleh Heni Maulidya August 20, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Iran memberikan respons sarkastik terhadap klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Selat Hormuz sebagai wilayah baru AS. Teheran membalas dengan menyatakan bahwa negara bagian California kini menjadi wilayah baru Iran, sebuah pernyataan yang dilontarkan melalui media sosial.

Komentar ini muncul sebagai reaksi langsung atas cuitan Trump pada hari Minggu (21/7/2019) yang mengindikasikan bahwa AS akan menganggap kapal-kapal Iran yang mengganggu pelayaran di Selat Hormuz sebagai target serangan. Trump menulis, “Siapa pun yang mencoba mengganggu Selat Hormuz harus sangat tahu bahwa ini adalah target yang besar dan mematikan.” Lebih lanjut, ia menambahkan, “Kami sudah lama mendengarkan cerita-cerita ini. Berhati-hatilah.” Pernyataan ini disampaikan setelah insiden di Selat Hormuz yang melibatkan kapal tanker minyak.

Menanggapi pernyataan Trump, akun resmi Kantor Kepresidenan Iran di Twitter, @Rouhani_ir, membalas dengan nada mengejek. “Siapa pun yang mengancam untuk mengganggu Selat Hormuz harus tahu bahwa ini adalah target yang besar dan mematikan. California kini menjadi wilayah baru Iran,” tulis akun tersebut, mengutip kalimat Trump dan memodifikasinya.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin memanas pasca-penarikan sepihak AS dari kesepakatan nuklir Iran pada Mei 2018 dan penerapan kembali sanksi ekonomi yang ketat. Insiden di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar sepertiga pasokan minyak dunia, telah menjadi titik krusial dalam eskalasi ini. Pada awal Juli 2019, Iran dilaporkan menyita sebuah kapal tanker minyak berbendera asing yang diduga menyelundupkan minyak mentah. Tindakan ini dipandang sebagai balasan atas penyitaan kapal tanker Iran oleh otoritas AS di lepas pantai Gibraltar.

Komentar sarkastik dari Iran ini menunjukkan adanya upaya dari Teheran untuk melawan narasi dan tekanan dari AS melalui cara-cara non-konvensional, sembari tetap menegaskan posisinya dalam menghadapi sanksi dan ancaman militer.

Bagikan: Facebook X WhatsApp