Brasil menduduki puncak daftar negara dengan wilayah hutan terluas di dunia, diikuti oleh Rusia dan Kanada. Dalam daftar 15 besar ini, Benua Amerika secara keseluruhan mendominasi, menunjukkan pentingnya kawasan tersebut dalam menjaga keragaman hayati global.
Data terbaru menunjukkan bahwa Brasil memiliki luas hutan mencapai 4.970.000 kilometer persegi, menjadikannya negara dengan paru-paru dunia terbesar. Rusia menyusul di posisi kedua dengan 4.530.000 kilometer persegi, sementara Kanada berada di urutan ketiga dengan 3.470.000 kilometer persegi.
Indonesia sendiri berhasil menempatkan diri di peringkat kedelapan dengan luas hutan sekitar 882.000 kilometer persegi. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tutupan hutan terluas di Asia Tenggara dan secara global.
Negara-negara lain yang masuk dalam daftar 15 teratas ini antara lain Amerika Serikat di posisi keempat dengan 3.060.000 kilometer persegi, kemudian diikuti oleh Tiongkok (2.080.000 km²), Republik Demokratik Kongo (1.520.000 km²), Australia (1.340.000 km²), Peru (1.070.000 km²), India (550.000 km²), Meksiko (540.000 km²), Tanzania (520.000 km²), Aljazair (470.000 km²), Argentina (360.000 km²), dan terakhir adalah Kazakhstan dengan 350.000 kilometer persegi luas hutan.
Keberadaan hutan yang luas ini tidak hanya krusial bagi ekosistem lokal, tetapi juga memiliki peran vital dalam mitigasi perubahan iklim global melalui penyerapan karbon dioksida. Konservasi dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan menjadi tantangan sekaligus prioritas bagi negara-negara pemilik hutan terbesar ini.
