Militer Israel akhirnya mengakui bahwa pasukannya bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan bocah perempuan berusia 5 tahun, Hind Rajab, beserta enam anggota keluarganya. Peristiwa tragis ini terjadi di Jalur Gaza pada awal tahun 2024.
Pengakuan ini muncul setelah penyelidikan internal yang dilakukan oleh militer Israel. Laporan awal menyebutkan bahwa tentara melepaskan tembakan ke arah kendaraan yang diyakini membawa terduga teroris. Namun, penyelidikan tersebut mengungkap fakta yang berbeda.
Menurut laporan tersebut, pasukan Israel melihat sebuah mobil bergerak mendekat ke arah posisi mereka. Tanpa identifikasi yang jelas, pasukan tersebut melepaskan tembakan ke arah mobil tersebut. Setelah itu, kendaraan lapis baja milik Israel dikirim untuk memeriksa lokasi kejadian.
Saat pemeriksaan, pasukan menemukan dua orang Palestina bersenjata berada di dalam mobil tersebut. Keduanya dilaporkan tewas. Namun, di kursi belakang mobil, ditemukan jasad Hind Rajab dan lima kerabatnya yang lain.
Pihak Palang Merah Palestina sebelumnya telah berusaha mengevakuasi Hind Rajab yang dilaporkan terjebak di dalam mobil yang tertembak. Namun, upaya tersebut terhenti setelah dua staf Palang Merah yang ditugaskan untuk misi penyelamatan tersebut juga tewas dalam serangan terpisah di Gaza.
Insiden ini kembali menyoroti dampak mematikan konflik yang terus berlanjut di Gaza. Pengakuan Israel ini diharapkan dapat membuka jalan bagi akuntabilitas lebih lanjut dan upaya untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
