Marc Marquez Perpanjang Kontrak dengan Ducati Hingga 2028, Sambut Era Baru MotoGP 850cc

Wibowo

Pembalap legendaris MotoGP, Marc Marquez, secara resmi akan tetap berseragam merah Ducati hingga setidaknya akhir musim 2028. Keputusan penting ini mengukuhkan posisinya sebagai pembalap pabrikan Ducati, yang akan menghadapi era baru regulasi mesin 850cc dan pemasok ban tunggal Pirelli.

Perpanjangan kontrak ini datang setelah musim debut yang gemilang bersama tim pabrikan Ducati, di mana Marquez berhasil menyamai rekor tujuh gelar kelas utama milik Valentino Rossi. Sebelumnya, sempat beredar spekulasi mengenai durasi kontrak barunya, mengingat kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih pasca cedera bahu di Mandalika tahun lalu.

Namun, Marquez diketahui telah memberikan komitmen untuk kesepakatan baru berdurasi dua tahun tersebut beberapa bulan lalu. Pengumuman resmi baru dilakukan setelah kontrak komersial MSMA/MotoGP disepakati akhir pekan lalu di Brno. Dengan demikian, Marquez akan menjadi bagian integral dari Ducati saat MotoGP memasuki era 850cc dan beralih ke ban Pirelli. Ia juga dijadwalkan akan didampingi oleh rekrutan baru yang menjanjikan, Pedro Acosta, sebagai rekan setimnya.

Meskipun menghadapi persaingan ketat dari tim Aprilia yang terus menunjukkan performa impresif dan sempat mengalami komplikasi akibat cedera saraf radial yang terkompresi, kecepatan murni Marquez tetap terbukti. Setelah menjalani operasi lanjutan, ia berhasil meraih kemenangan ganda di Hungaria. Keberhasilan ini berlanjut dengan kemenangan Grand Prix lainnya di Brno pada hari Minggu lalu. Dengan kombinasi performa apik dan absennya Marco Bezzecchi karena skorsing, Marquez kini hanya terpaut 40 poin dari pemimpin klasemen sementara menjelang seri Assen akhir pekan ini.

Menariknya, Marquez telah mencicipi motor Ducati 850cc yang menggunakan ban Pirelli untuk pertama kalinya dalam sesi tes pasca-balap di Brno pada hari Senin. Pengalaman awal ini menjadi sinyal positif jelang adaptasi penuhnya di musim mendatang.

"Saya merah. Saya sangat bahagia dengan kesepakatan baru ini bersama Ducati Lenovo Team dan tetap menjadi bagian dari keluarga ini," ujar Marc Marquez dalam sebuah pernyataan. "Ketika saya memutuskan untuk bergabung dengan Ducati, saya yakin ini adalah proyek yang paling kompetitif. Mereka percaya pada saya, dan kami membangun hubungan berdasarkan kepercayaan dan kerja keras."

Marquez melanjutkan, "Dengan perpanjangan kontrak ini, mereka sekali lagi menegaskan komitmen mereka, menghormati waktu saya dan memberi saya ketenangan pikiran yang saya butuhkan untuk membuat keputusan yang tepat. Di tahun pertama kita bersama, kita berjuang untuk gelar dan memenangkannya: hasil yang tak ternilai yang mengkonfirmasi bahwa jalur yang kita pilih adalah benar."

Ia menambahkan, "Saya terus berkompetisi karena saya mencintai olahraga ini dan saya ingin mencapai tujuan yang lebih ambisius. Saya yakin di sinilah tempat yang tepat untuk melakukannya. Selama saya di sini, saya akan memberikan segalanya untuk mewarnai masa depan dengan warna merah."

Karier gemilang Marquez dimulai pada tahun 2013 bersama Repsol Honda, di mana ia meraih enam gelar kelas utama dalam tujuh musim berikutnya. Namun, karirnya sempat terancam oleh komplikasi patah lengan di Jerez pada tahun 2020, yang diperparah dengan masalah penglihatan ganda (diplopia). Bersamaan dengan memudarnya performa Honda dalam menghadapi rival-rival Eropa, Marquez mengalami masa sulit tanpa kemenangan selama lebih dari 1.000 hari, dari Misano 2021 hingga Aragon 2024.

Keputusan untuk meninggalkan Honda dan bergabung dengan tim satelit Gresini Ducati pada tahun 2024 terbukti menjadi langkah revolusioner. Di atas motor Ducati GP23 yang kompetitif, Marquez berhasil membangkitkan kembali performanya. Performa impresifnya tersebut membuat Ducati mempromosikannya ke tim pabrikan untuk musim 2025, mengungguli Jorge Martin yang akhirnya menjadi juara dunia. Marquez diharapkan akan berpasangan dengan Francesco Bagnaia di tim pabrikan.

Musim 2025 akan menjadi tantangan baru bagi Marquez, terutama dengan perubahan regulasi teknis pada tahun 2027 yang mencakup penghapusan perangkat ride-height dan pembatasan aerodinamika. Beberapa pihak menilai perubahan ini justru akan menguntungkan gaya balap Marquez. Selain itu, transisi ke ban Pirelli juga akan menjadi penyesuaian penting, mengingat Marquez sebelumnya terbiasa menggunakan ban Bridgestone dan Michelin.

Saat ini, Marquez berusia 33 tahun dan menjadi salah satu pembalap tertua di lintasan setelah Johann Zarco. Ia masih memiliki ambisi besar untuk menambah koleksi gelar juara dunianya. Marquez membutuhkan satu gelar lagi di kelas utama untuk menyamai rekor delapan gelar yang dipegang oleh Giacomo Agostini, dan 14 kemenangan lagi untuk melampaui rekor 89 kemenangan MotoGP milik Valentino Rossi.

Perpanjangan kontrak ini tidak hanya mengamankan masa depan Marquez di tim pabrikan Ducati, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu figur sentral dalam evolusi MotoGP di era mendatang. Dukungan penuh dari Ducati dan kembalinya performa terbaiknya memberikan optimisme tinggi bagi para penggemar untuk melihatnya kembali bersaing memperebutkan gelar juara dunia.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All