Mobil listrik BAIC T1 resmi diperkenalkan di pasar Indonesia, namun namanya yang identik dengan model Jetour T1 memicu pertanyaan. COO BAIC Indonesia, Tjiang Daniel, angkat bicara mengenai potensi kebingungan penamaan ini.
Menurut Tjiang Daniel, tidak ada permasalahan hukum maupun strategis terkait penggunaan nama ‘T1’ yang sama antara BAIC T1 dan Jetour T1. Ia menegaskan bahwa BAIC telah melakukan riset dan memastikan langkah ini tidak akan menimbulkan konflik.
“Untuk penamaan T1 ini, kami dari BAIC Indonesia sudah melakukan riset dan kami rasa tidak ada masalah. Kami juga tidak melihat ada isu di depan,” ujar Tjiang Daniel saat peluncuran BAIC T1 di Jakarta pada Kamis (23/5/2024).
Penjelasan ini datang seiring dengan peluncuran BAIC T1 yang ditujukan untuk segmen kendaraan komersial ringan di Indonesia. BAIC sendiri merupakan perusahaan otomotif asal Tiongkok yang telah memiliki rekam jejak di pasar global.
Jetour, yang merupakan sub-brand dari Chery, juga telah memperkenalkan model T1 mereka di pasar global, termasuk potensi kehadiran di Indonesia. Kesamaan nama ini tentu menjadi sorotan di kalangan pengamat otomotif dan calon konsumen.
Namun, BAIC tampaknya percaya diri dengan strategi penamaannya. Tjiang Daniel menekankan bahwa fokus utama BAIC adalah menghadirkan produk yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Ia mengindikasikan bahwa perbedaan segmen dan positioning kedua kendaraan tersebut akan meminimalisir potensi tumpang tindih di benak konsumen.
Lebih lanjut, BAIC T1 yang diluncurkan ini merupakan kendaraan listrik yang dirancang untuk keperluan bisnis dan logistik, menawarkan solusi mobilitas ramah lingkungan bagi pelaku usaha. Kehadirannya di pasar Indonesia diharapkan dapat memberikan alternatif baru di segmen kendaraan listrik komersial.
