Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
DUNIA

Ratusan Wanita Tuding Pegawai Prancis Bius untuk Paksa Buang Air Kecil

Oleh Rini Widiyarti August 19, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Lebih dari 200 wanita di Prancis mengajukan tuduhan serius terhadap seorang pegawai negeri sipil bernama Christian Nègre. Mereka mengklaim bahwa Nègre telah membius mereka dengan tujuan memaksa mereka untuk buang air kecil di hadapan umum. Dua dari para korban akhirnya memberanikan diri untuk menceritakan pengalaman mengerikan mereka.

Kasus ini mulai terungkap setelah sejumlah wanita melaporkan kejadian aneh yang mereka alami. Nègre, yang diyakini bekerja di sebuah institusi publik, diduga menggunakan metode yang sama untuk mempermalukan para korbannya. Tindakan ini dilaporkan terjadi pada waktu yang berbeda dan di lokasi yang berbeda, namun pola pelecehan yang sama terus muncul dalam kesaksian para korban.

Salah seorang korban, yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan, menceritakan bagaimana ia merasa bingung dan tidak berdaya setelah bertemu dengan Nègre. “Saya tiba-tiba merasa sangat pusing dan kehilangan kendali atas tubuh saya. Hal yang paling mengerikan adalah saya tidak bisa menahan buang air kecil. Itu adalah pengalaman yang sangat memalukan dan traumatis,” ujarnya.

Korban lainnya menambahkan bahwa ia tidak menyadari apa yang terjadi sampai ia merasakan sensasi yang tidak diinginkan. “Saya hanya ingat berbicara dengannya, lalu semuanya menjadi kabur. Ketika saya sadar, saya sudah dalam situasi yang sangat memalukan. Saya yakin dia telah memberikan sesuatu kepada saya,” ungkapnya.

Para wanita ini kemudian saling terhubung dan menyadari bahwa mereka bukanlah korban tunggal. Kekompakan mereka membuahkan hasil dengan terkumpulnya lebih dari 200 laporan yang mengarah pada Nègre. Tuduhan ini mencakup penggunaan obat bius untuk tujuan pelecehan seksual dan psikologis.

Pihak berwenang Prancis dilaporkan sedang menyelidiki kasus ini secara mendalam. Penyelidikan diharapkan dapat mengungkap sejauh mana praktik pelecehan yang dilakukan oleh Christian Nègre dan memberikan keadilan bagi para korban. Pengacara yang mewakili para korban menyatakan bahwa mereka akan menuntut pertanggungjawaban penuh atas tindakan yang telah dilakukan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp