Para pelaku usaha di Indonesia menyambut baik upaya pemerintah mendatang di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dalam mengefisienkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. Namun, mereka juga memberikan peringatan penting agar efisiensi tersebut tidak mengorbankan belanja yang bersifat produktif, khususnya yang berkaitan dengan investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (API) melalui Sekretaris Jenderal, Bambang Perwira, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah efisiensi anggaran. Namun, ia menekankan perlunya kehati-hatian agar pos-pos anggaran yang secara langsung mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja tidak tergerus. “Kami mendukung efisiensi anggaran, tapi jangan sampai belanja produktif terpotong,” tegas Bambang Perwira dalam sebuah pernyataan yang dikutip pada Senin (20/5/2024).
Lebih lanjut, Bambang Perwira menguraikan bahwa fokus utama yang diharapkan dari APBN 2027 adalah peningkatan investasi. Menurutnya, investasi merupakan kunci utama untuk memacu pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan menciptakan peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat. “Pemerintahan baru harus fokus pada investasi dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
API juga menyoroti pentingnya realokasi anggaran yang lebih strategis. Mereka berharap APBN 2027 dapat diarahkan untuk mendukung sektor-sektor yang memiliki potensi besar dalam menghasilkan nilai tambah dan menyerap tenaga kerja. Hal ini termasuk dukungan terhadap industri manufaktur, UMKM, serta pengembangan infrastruktur yang menunjang aktivitas ekonomi.
Pesan dari dunia usaha ini diharapkan menjadi pertimbangan serius bagi pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menyusun kebijakan fiskal ke depan. Keseimbangan antara efisiensi anggaran dan stimulus pertumbuhan ekonomi yang inklusif menjadi tantangan sekaligus harapan besar bagi para pengusaha Indonesia.
