Kembalinya Cal Crutchlow ke lintasan MotoGP sebagai pembalap pengganti di Sirkuit Brno pada ajang MotoGP Ceko mengejutkan banyak pihak. Bukan hanya karena ia berhasil mencatatkan waktu lap tercepatnya di sirkuit tersebut di usianya yang ke-40, tetapi juga karena sebuah insiden yang berujung denda. Crutchlow mengaku kesalahannya dalam melakukan prosedur practice start berujung pada denda sebesar 1.000 Euro.
Pembalap veteran asal Inggris ini mengungkapkan bahwa performanya yang impresif di Brno tidak terlepas dari perkembangan motor yang pesat sejak penampilannya terakhir pada tahun 2020, ditambah dengan kondisi aspal Brno yang menawarkan cengkeraman luar biasa. "Ini aspal baru, ya. Tapi ini aspal baru untuk semua pembalap lain juga," ujar Crutchlow, yang sebelumnya pernah memenangi balapan di Brno.
"Sejujurnya, saya tidak pernah berpikir akan kembali ke sirkuit dan mencatatkan waktu lebih cepat dari sebelumnya di usia 40 tahun dan dengan waktu yang minim di atas motor! Trek ini memiliki cengkeraman yang sangat tinggi. Saya sebenarnya tidak begitu suka membalap saat kondisinya seperti ini, karena Anda hanya bisa melaju dari nol hingga 100% akselerasi," tambahnya.
Crutchlow menjelaskan lebih lanjut bahwa gaya balapnya yang mengandalkan manajemen throttle di tengah tikungan dan baru membuka gas penuh ketika ia merasa nyaman, tidak dapat diterapkan di Brno dengan kondisi aspal yang sangat mencengkeram. "Anda tidak bisa melakukan itu. Anda benar-benar melewati tikungan dan langsung melaju kencang. Saya berpikir, ‘oh, saya bisa sekarang’. Padahal saat itu sudah terlambat satu detik. Tapi hari itu cukup baik," tuturnya.
Meskipun demikian, performa Crutchlow di sesi latihan Jumat masih berada di belakang. Ia menempati posisi terbawah, tertinggal 2,1 detik dari pembalap tercepat Ai Ogura, dan 0,45 detik dari Toprak Razgatlioglu, pembalap reguler yang berada paling dekat dengannya.
Kesalahan Prosedur Practice Start Berujung Denda
Di tengah catatan waktu yang mengejutkan, Crutchlow justru harus menghadapi kenyataan pahit berupa denda sebesar 1.000 Euro. Ia bersama dengan pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi, menjadi dua pembalap yang dikenai sanksi karena melanggar protokol practice start.
Crutchlow mengakui kesalahannya. "Saya melakukan prosedur practice start dengan salah. Dan dengarkan, saya sepenuhnya setuju dengan aturan ini," tegasnya. "Saya bergerak maju, dan Anda tidak diizinkan untuk berhenti lagi karena jika ada pembalap di belakang Anda, mereka bisa menabrak bagian belakang motor Anda."
Ia menambahkan bahwa meskipun ia sudah memastikan tidak ada pembalap lain di belakangnya, ia tetap melakukan kesalahan. "Saya sudah memeriksa bahwa tidak ada seorang pun di belakang saya, tetapi saya tetap bergerak maju [dan berhenti] karena saya tidak bisa memasang front device yang bodoh itu," keluhnya.
Ironisnya, beberapa pembalap justru sengaja tidak menggunakan perangkat holeshot depan saat sesi latihan bebas untuk practice start, mengingat MotoGP sedang mempertimbangkan pelarangan penggunaan perangkat tersebut dalam waktu dekat. "Jadi ini membuat saya harus membayar 1.000 Euro untuk memulai dengan buruk, dengan perangkat depan yang toh akan segera ditarik!" seru Crutchlow dengan nada satir.
Mengetahui bahwa Bezzecchi juga mendapatkan hukuman serupa, Crutchlow menanggapi dengan sedikit candaan namun tetap mengakui kekhilafannya. "Saya tahu, dan dia seharusnya lebih tahu karena dia sudah melakukannya entah sejak kapan! Tapi ya, bodoh sekali saya…" ujarnya.
Performa Crutchlow tidak berhenti di situ. Pada sesi kualifikasi hari Sabtu, ia berhasil mempertajam catatan waktunya yang terbaik di Brno dengan selisih dua persepuluh detik. Berkat penalti yang dijatuhkan kepada Razgatlioglu, Crutchlow akan mendapatkan keuntungan satu posisi, naik dari posisi terakhir di garis start untuk balapan utama hari Minggu.
Kembalinya Crutchlow ke lintasan, meski hanya sebagai pembalap pengganti, telah membuktikan bahwa pengalaman dan bakatnya masih sangat relevan di kancah MotoGP. Namun, insiden denda ini menjadi pengingat bahwa bahkan pembalap sekaliber Crutchlow pun bisa melakukan kesalahan yang berujung pada konsekuensi finansial, sebuah kejadian yang ia sendiri akui sebagai "bodoh sekali saya". Perkembangan positif dalam catatan waktunya di Brno memberikan harapan bahwa ia masih mampu memberikan persaingan di lintasan, terlepas dari kendala yang dihadapi.











