Tuesday, 18 August 2026
BREAKING
DUNIA

Trump Pangkas Latihan Militer Bersama Korsel, Akui Hubungan Baik dengan Kim Jong Un

Oleh Rini Widiyarti August 18, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana untuk secara signifikan mengurangi latihan militer gabungan dengan Korea Selatan. Keputusan ini, yang diungkapkan pada hari Kamis, 14 Juni 2018, dikaitkan oleh Trump dengan hubungan pribadinya yang ia nilai “sangat baik” dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Trump menyatakan bahwa pengurangan latihan militer ini merupakan langkah yang ia ambil setelah pertemuannya dengan Kim Jong Un di Singapura. Ia menekankan bahwa langkah tersebut diambil untuk mengurangi ketegangan dan memfasilitasi negosiasi denuklirisasi Semenanjung Korea. Latihan militer gabungan, yang selama ini menjadi bagian dari strategi pertahanan bersama antara AS dan Korea Selatan, dipandang oleh Trump sebagai tindakan yang provokatif dan memakan biaya besar.

Dalam pernyataannya, Trump secara eksplisit menyebutkan bahwa ia menginginkan adanya penghematan biaya yang signifikan dari pengurangan latihan ini. Ia juga menambahkan, “Saya pikir itu adalah isyarat niat baik. Saya pikir itu adalah isyarat yang sangat positif.”. Pernyataan ini menggarisbawahi pergeseran pendekatan AS terhadap Korea Utara, yang sebelumnya lebih menekankan pada sanksi dan tekanan militer.

Presiden Trump mengklaim bahwa ia memiliki hubungan yang “sangat baik” dengan Kim Jong Un, dan bahwa ia percaya pada komitmen Korea Utara untuk melakukan denuklirisasi. Ia juga menyebutkan bahwa latihan militer tersebut “sangat mahal” dan bahwa ia ingin mengurangi beban finansial bagi Amerika Serikat. “Kami akan menghentikan latihan perang kami yang sangat mahal, yang saya pikir adalah provokatif,” ujar Trump, merujuk pada latihan-latihan tersebut.

Keputusan ini disambut dengan beragam reaksi. Di satu sisi, langkah ini dipandang sebagai upaya Trump untuk mewujudkan janji kampanyenya untuk mengurangi keterlibatan militer AS di luar negeri dan menghemat anggaran pertahanan. Di sisi lain, para kritikus dan beberapa sekutu AS menyuarakan kekhawatiran bahwa pengurangan latihan militer dapat melemahkan postur pertahanan di kawasan tersebut dan memberikan keuntungan bagi Korea Utara. Namun, Trump tetap bergeming, menyatakan keyakinannya bahwa pendekatan yang lebih diplomatis dan hubungan pribadi yang baik dengan Kim Jong Un akan lebih efektif dalam mencapai denuklirisasi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp