Tuesday, 18 August 2026
BREAKING
BERITA

Prabowo Janjikan 30 GW PLTS di 2026, Realistiskah Targetnya?

Oleh Emanuel August 18, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, mengemukakan ambisi besar untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 30 Gigawatt (GW) pada akhir tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah video yang beredar, memicu pertanyaan mengenai kelayakan pencapaian target tersebut dalam tenggat waktu yang relatif singkat.

Dalam video tersebut, Prabowo menyatakan keyakinannya akan kemampuan Indonesia dalam mewujudkan target energi terbarukan ini. “Kita ingin membangun 30 Gigawatt PLTS di Indonesia. Ini adalah sesuatu yang menurut saya sangat mungkin kita capai di tahun 2026,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Ini adalah energi yang bersih, energi yang murah, energi yang kita butuhkan untuk masa depan Indonesia.”

Target 30 GW PLTS ini merupakan bagian dari visi energi bersih yang diusung oleh Prabowo dan koalisinya. Namun, pencapaian skala sebesar ini dalam waktu kurang dari tiga tahun menuntut percepatan signifikan dalam implementasi kebijakan, investasi, dan infrastruktur. Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa kapasitas terpasang energi surya di Indonesia masih jauh di bawah angka tersebut.

Menurut data per akhir 2023, total kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia baru mencapai sekitar 450 Megawatt (MW). Angka ini tentu saja sangat kecil jika dibandingkan dengan target 30 GW atau 30.000 MW yang dicanangkan. Kesenjangan yang sangat lebar ini menimbulkan pertanyaan serius tentang strategi dan langkah konkret yang akan diambil untuk mengejar target tersebut.

Para pengamat energi menilai bahwa realisasi proyek sebesar 30 GW PLTS memerlukan dukungan regulasi yang kuat, insentif investasi yang menarik, serta kesiapan teknologi dan sumber daya manusia. Selain itu, isu pembebasan lahan dan jaringan transmisi yang memadai juga menjadi faktor krusial yang perlu diatasi.

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. Namun, progresnya sejauh ini masih menghadapi berbagai tantangan. Pernyataan Prabowo ini menjadi penanda penting dalam diskusi energi nasional, menyoroti urgensi akselerasi pengembangan energi terbarukan dan memicu perdebatan tentang seberapa ambisius namun tetap realistis target yang dapat dicapai oleh Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp