Manchester, Inggris – Kekalahan telak 3-0 dari Arsenal dalam ajang Community Shield pada Minggu (XX [tanggal, jika ada di sumber, jika tidak, hapus saja]) menjadi pembuka yang mengejutkan bagi Enzo Maresca sebagai pelatih baru Manchester City. Performa tim yang dinilai sangat buruk, terutama di lini pertahanan, menimbulkan kekhawatiran baru pasca kepergian Pep Guardiola.
Meskipun Community Shield kerap kali tidak mencerminkan performa sebenarnya di sepanjang musim, dan ada beberapa faktor yang bisa dijadikan catatan, kekalahan ini tetap menjadi sorotan. Sejak 2018, tidak ada tim yang berhasil menjuarai liga setelah memenangkan Community Shield. Selain itu, Manchester City yang merupakan juara bertahan menghadapi Arsenal, tim juara liga yang memiliki jadwal pra-musim dengan perjalanan lebih ringan. Kemungkinan perbaikan di lini tengah juga diharapkan seiring kepindahan Rodri yang dikabarkan akan segera rampung ke Barcelona.
Menggantikan sosok sekaliber Pep Guardiola bukanlah tugas yang mudah. Bayangan dari gaya bermain Guardiola yang sangat khas membuat proses transisi menjadi lebih kompleks. Meskipun Maresca pernah menjadi asisten Guardiola di City pada musim 2022-23 dan terinspirasi oleh filosofi sepak bolanya, pendekatannya tidak sepenuhnya sama. Guardiola sendiri selalu berevolusi dalam gaya melatihnya. Namun, terlepas dari berbagai pertimbangan tersebut, penampilan pertahanan Manchester City dalam kekalahan 3-0 dari Arsenal tetap mengejutkan banyak pihak.
