Amerika Serikat kini mengalihkan fokus strateginya dari ancaman militer menjadi penargetan jaringan keuangan Iran yang disebut “bank bayangan”. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Washington untuk terus memberikan tekanan ekonomi terhadap Teheran, sebagaimana diungkapkan oleh seorang pejabat senior Kementerian Keuangan AS.
Jaringan “bank bayangan” ini merujuk pada entitas keuangan yang beroperasi di luar sistem perbankan formal Iran. Keberadaannya memungkinkan Iran untuk menghindari sanksi internasional yang telah diberlakukan oleh Amerika Serikat, terutama setelah keputusan Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada Mei 2018.
Pejabat Kementerian Keuangan AS, yang tidak disebutkan namanya, menjelaskan bahwa jaringan ini berfungsi sebagai “saluran penting” bagi Iran untuk mengakses dolar AS. Kemampuan untuk mendapatkan mata uang asing ini sangat krusial bagi Iran dalam melanjutkan aktivitas ekonominya, termasuk membiayai program nuklir dan rudal balistiknya, serta mendukung kelompok-kelompok yang dianggap teroris oleh AS.
“Kami mengidentifikasi ini sebagai jaringan yang memfasilitasi transaksi keuangan Iran, yang memungkinkan mereka untuk melakukan aktivitas terlarang,” ujar pejabat tersebut dalam sebuah telekonferensi pada Selasa, 21 Mei 2019. Ia menambahkan bahwa penargetan terhadap jaringan ini merupakan bagian dari kampanye “tekanan maksimum” yang dilancarkan oleh pemerintahan Trump terhadap Iran.
Lebih lanjut, pejabat AS mengonfirmasi bahwa mereka telah mengidentifikasi beberapa entitas yang terlibat dalam jaringan “bank bayangan” ini. Tindakan yang diambil mencakup pembekuan aset dan larangan transaksi, yang bertujuan untuk mengisolasi entitas-entitas tersebut dari sistem keuangan global. “Kami akan terus menerapkan sanksi untuk membatasi kemampuan Iran dalam mendanai aktivitas destabilisasinya,” tegasnya.
Strategi ini menunjukkan pergeseran taktik dari pendekatan militer yang pernah dipertimbangkan oleh pemerintahan Trump. Alih-alih menggunakan kekuatan militer, AS kini berupaya memutus aliran dana Iran melalui jalur keuangan yang tidak konvensional. Hal ini dilakukan untuk memberikan pukulan telak pada ekonomi Iran tanpa harus terlibat dalam konfrontasi militer langsung yang berisiko tinggi.
