Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari terhitung sejak 14 Desember 2021. Keputusan ini diambil untuk memastikan penanganan bencana yang cepat dan efektif, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak.
Penetapan status ini tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur NTT Nomor 207 Tahun 2021. Langkah ini menjadi landasan hukum bagi seluruh instansi terkait untuk bergerak sigap dalam upaya penyelamatan, evakuasi, serta pemberian bantuan kepada para korban gempa. Fokus utama dalam periode tanggap darurat ini adalah memastikan ketersediaan pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat berlindung sementara bagi ribuan warga yang terpaksa mengungsi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Ambrosius Kodo, menyatakan bahwa penetapan status ini sangat krusial. “Dengan status tanggap darurat, kita bisa mengerahkan sumber daya yang ada secara maksimal, baik dari pemerintah daerah, provinsi, maupun bantuan dari pusat dan berbagai pihak lain,” ujar Ambrosius Kodo pada Selasa, 14 Desember 2021.
Gempa bumi yang mengguncang NTT pada 14 Desember 2021 pukul 10:39 WITA ini memiliki magnitudo 7,4. Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 10 kilometer, berjarak 113 kilometer arah barat laut Kota Larantuka, Flores Timur. Getaran gempa ini dirasakan hingga ke sejumlah wilayah di Bali, NTB, hingga Sulawesi Selatan.
BPBD NTT mencatat bahwa hingga saat ini, setidaknya 25 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. Data ini masih bersifat sementara dan terus diperbarui seiring dengan laporan yang masuk dari berbagai daerah terdampak. Pihak berwenang terus melakukan pendataan kerusakan serta korban jiwa maupun luka-luka untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Selama masa tanggap darurat, koordinasi antarlembaga menjadi kunci. Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, menginstruksikan seluruh jajaran untuk bekerja sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Semua elemen harus bersatu padu, bergerak cepat, dan mengutamakan keselamatan serta kesejahteraan warga yang terdampak gempa ini,” tegas Viktor Laiskodat.
