Sunday, 16 August 2026
BREAKING
POLITIK

Mabes Polri Intensifkan Penanganan Gempa NTT dengan Armada Udara dan Anjing Pelacak

Oleh Danu Ilham August 16, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Mabes Polri mengerahkan berbagai armada udara, termasuk pesawat dan helikopter, serta tim anjing pelacak untuk mempercepat dan mengoptimalkan upaya penanganan pasca gempa bumi bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil untuk menjangkau area terdampak yang sulit diakses oleh tim darat, terutama dalam mendistribusikan bantuan logistik dan melakukan pencarian korban.

Gempa yang terjadi pada Minggu, 4 April 2021, pukul 14.47 WIB itu telah menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat NTT. Hingga kini, tercatat setidaknya 51 korban jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat bencana alam tersebut. Selain itu, ribuan rumah dilaporkan rusak, baik ringan maupun berat, yang menyebabkan banyak warga terpaksa mengungsi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo dalam keterangan persnya, Senin (5/4/2021), menyebutkan bahwa Mabes Polri telah menyiapkan bantuan logistik yang memadai untuk para pengungsi dan korban terdampak. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok, tenda, selimut, dan perlengkapan lainnya yang sangat dibutuhkan di tengah situasi darurat.

“Pesawat dan helikopter dikerahkan untuk mempercepat distribusi bantuan logistik ke wilayah-wilayah yang terisolir akibat gempa, seperti di Kabupaten Alor dan Lembata. Kita juga mengerahkan anjing pelacak atau K9 untuk membantu tim SAR dalam melakukan pencarian korban yang masih hilang,” ujar Doni Monardo.

Selain mengerahkan aset udara dan K9, Mabes Polri juga melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai kesatuan. Mereka ditugaskan untuk membantu evakuasi, pendataan korban, pembangunan posko pengungsian, serta memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak. Koordinasi intensif terus dilakukan antara Mabes Polri, BNPB, pemerintah daerah, dan relawan untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan terpadu.

Tim SAR gabungan yang dipimpin oleh Mabes Polri terus bekerja tanpa lelah melakukan penyisiran di area-area yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun reruntuhan bangunan. Penggunaan anjing pelacak diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi dan penyelamatan bagi mereka yang masih belum ditemukan. Upaya ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam menangani dampak gempa NTT dan memulihkan kondisi masyarakat yang terdampak bencana.

Bagikan: Facebook X WhatsApp