Jakarta – Upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan sistem pangan perkotaan semakin mengemuka di ibu kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui berbagai kolaborasi strategis, terus mendorong pengembangan pertanian perkotaan atau urban farming sebagai solusi jitu. Gerakan "Tanam Raya Bersama Jakarta" kembali menunjukkan geliatnya, melibatkan ratusan kelompok tani urban di lima wilayah kota administrasi, menandai puncak rangkaian kegiatan menuju panen raya serentak yang lebih masif.
Inisiatif ini merupakan hasil sinergi kuat antara Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Gerakan "Tanam Raya Bersama Jakarta" yang kembali digelorakan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan di lingkungan perkotaan yang padat.
PT East West Seed Indonesia (Ewindo), yang dikenal luas dengan merek benih unggul Cap Panah Merah, kembali menunjukkan dukungannya yang signifikan. Perusahaan ini tidak hanya menyediakan benih hortikultura berkualitas, tetapi juga aktif memberikan edukasi mendalam mengenai teknik budidaya yang efektif dan pendampingan teknis. Tujuannya jelas: memberdayakan masyarakat agar semakin mahir dan percaya diri dalam memproduksi pangan secara mandiri, sekecil apapun lahan yang tersedia. Dukungan ini krusial untuk mengubah lahan terbatas di perkotaan menjadi sumber pangan keluarga yang produktif dan berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2026, Gerakan Tanam Raya Bersama telah dilaksanakan secara bertahap di seluruh penjuru Jakarta, mencakup lima wilayah kota administrasi. Pelaksanaan ini sangat variatif, disesuaikan dengan karakteristik dan potensi komoditas unggulan di masing-masing daerah. Jakarta Selatan menjadi pelopor dengan penanaman Labu Madu F1 pada Februari lalu. Diikuti oleh Jakarta Pusat yang fokus pada Tomat Martha F1, Jakarta Utara dengan Semangka Palguna F1, dan Jakarta Timur yang menanam Jagung Manis Bonanza MB F1. Puncak rangkaian kegiatan tahun ini ditutup di Jakarta Barat pada 19 Juni, dengan agenda penanaman Labu Madu F1 dan Melon Kuning Alisha F1.
Sebelum bibit ditanam, seluruh peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai praktik budidaya yang baik. Materi mencakup teknik pemanfaatan lahan sempit secara optimal dan penggunaan benih berkualitas tinggi yang menjamin hasil panen optimal. Proses pendampingan ini tidak berhenti setelah penanaman, melainkan berlanjut secara berkala hingga masa panen tiba. Monitoring dilakukan secara ketat di 42 kecamatan untuk memastikan setiap tanaman tumbuh subur dan mencapai potensi terbaiknya.
Isak Heryawan, Vice President Director PT East West Seed Indonesia, menegaskan pentingnya peran perusahaan dalam inisiatif semacam ini. "Keterlibatan kami adalah wujud nyata komitmen Ewindo untuk mendukung setiap upaya yang mendekatkan masyarakat dengan dunia pertanian," ujarnya. Ia menambahkan, "Kami meyakini bahwa ketahanan pangan di tingkat kota berakar kuat pada ketahanan lingkungan dan partisipasi aktif masyarakat. Urban farming bukan sekadar aktivitas menanam, melainkan sebuah gerakan untuk menciptakan akses pangan segar dan sehat, sekaligus membangun kota yang lebih hijau, sehat, dan tangguh dalam menghadapi disrupsi perubahan iklim. Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terus memelopori gerakan urban farming sebagai upaya kolektif bersama seluruh lapisan masyarakat."
Bagi Jakarta, pertanian perkotaan bukan hanya menjadi strategi utama dalam memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bagian integral dari upaya membangun kota yang lebih adaptif dan resilient terhadap tantangan perubahan iklim. Kehadiran kebun-kebun produktif di berbagai sudut kota, mulai dari pekarangan rumah, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), gang-gang yang dihijaukan, hingga area atap gedung, secara signifikan menambah ruang hijau yang fungsional. Inisiatif ini turut berkontribusi pada perbaikan kualitas udara, sekaligus secara efektif memperpendek rantai distribusi pangan, mengurangi biaya logistik, dan menjamin kesegaran produk yang sampai ke tangan konsumen.
Pengembangan pertanian perkotaan di Jakarta menunjukkan tren positif yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai program telah diluncurkan, mulai dari penyediaan bibit gratis, pelatihan budidaya bagi warga, hingga fasilitasi pemanfaatan lahan-lahan tidur atau lahan terbatas. Keberhasilan gerakan "Tanam Raya Bersama Jakarta" ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan memotivasi lebih banyak warga untuk turut serta dalam upaya ketahanan pangan keluarga dan lingkungan. Dengan partisipasi aktif masyarakat, Jakarta semakin bergerak menuju kota yang tidak hanya padat penduduk, tetapi juga subur, hijau, dan mandiri pangan.











